Putraindonews, Jakarta - Transformasi digital di sektor konstruksi bergerak semakin masif. Memasuki bulan April, ASPERKONI menggelar webinar bertema "Teknologi Konstruksi Terkini Inovasi dan Tren Terbaru" pada Selasa, 14 April 2026 pukul 09:00 WIB. Acara ini dirancang untuk membedah tren teknologi paling progresif yang siap mengubah lanskap tempat kerja dan efisiensi proyek di tanah air.
Di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi, integrasi teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) tingkat lanjut, pemindaian laser 3D (3D Laser Scanning), penggunaan drone untuk survei topografi, hingga otomatisasi alat berat berteknologi Telematics telah berubah dari sekadar tren opsi menjadi kebutuhan mutlak.
Baca JugaIPW: Peristiwa Polisi Tembak Polisi MeningkatNarasumber terkemuka, Ir. Sarjono Puro, M.T., membuka paparannya dengan menggarisbawahi bahwa efisiensi sektor konstruksi Indonesia secara historis masih tertinggal dibandingkan sektor manufaktur. Faktor utamanya adalah tingginya tingkat variabilitas di lapangan dan keterlambatan arus informasi dari area proyek ke meja manajemen.
"Teknologi konstruksi terkini bukan lagi sekadar pelengkap visual visualisasi 3D. Hari ini kita bicara tentang Digital Twin—replika digital proyek secara riil yang terhubung langsung dengan sensor di lapangan. Melalui penerapan BIM 5D dan 6D, kita dapat mengendalikan estimasi biaya dan konsumsi energi secara presisi sejak tahap perancangan," kata Ir. Sarjono Puro, M.T.
Baca JugaLagi! Menu MBG Kembali Menelan Korban, Kali Ini Terjadi di SMP Cisarua BogorBeliau menuturkan bagaimana adopsi teknologi 3D Laser Scanner mampu mempercepat proses survei awal tapak konstruksi hingga 80 persen lebih cepat dibandingkan metode terestrial konvensional. Data point cloud yang dihasilkan dari pemindaian tersebut dapat langsung diimpor ke dalam perangkat lunak BIM untuk mendeteksi potensi benturan (clash detection) antar elemen struktur, arsitektur, dan Mekanikal, Elektrikal, serta Plumbing (MEP) sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Langkah ini dinilai sangat efektif mereduksi biaya pekerjaan ulang (rework) yang selama ini menjadi penyerap anggaran terbesar dalam proyek-proyek berskala sedang hingga besar. Selain itu, Ir. Sarjono Puro, M.T. juga memamerkan pengaplikasian kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam memprediksi kegagalan struktur dan jadwal perawatan alat berat secara presisi.
Baca JugaSempat Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Minta MaafMeski demikian, Ir. Sarjono Puro, M.T. mengingatkan bahwa kendala terbesar adopsi teknologi di Indonesia bukanlah pada ketersediaan perangkat lunak atau mesin, melainkan pada kesiapan budaya organisasi dan literasi digital sumber daya manusia.
"Membeli lisensi perangkat lunak yang mahal sangatlah mudah bagi perusahaan besar, namun mengubah cara kerja tim proyek agar berbasis data digital memerlukan kepemimpinan yang berani dan berkelanjutan. Tanpa penyiapan SDM yang terampil, teknologi mahal tersebut hanya akan menjadi pajangan di ruang rapat," tegas Ir. Sarjono Puro, M.T.
Baca JugaProf. Asep Nana Mulyana Ungkap Dua Kendala Pemulihan Korban Tindak Pidana MassalMelalui webinar ini, ASPERKONI bertekad untuk menjadi jembatan alih teknologi bagi para anggotanya. Organisasi berkomitmen menyelenggarakan pelatihan teknis berkala agar pemanfaatan BIM dan teknologi digital terapan dapat diakses secara inklusif, tidak hanya oleh kontraktor papan atas tetapi juga oleh BUJK daerah. Red/HS