Dalam pandangan bahasa hijab adalah penutup atau pembatas. Selama ini, kemestian mengenakan hijab yang umum berlaku di tengah masyarakat Islam hanya dipahami sebagai wajib karena Islam mewajibkan. Mungkin, cenderung doktrinal, dengan kata lain pokoknya (harus).
Dan jika begitu. Maka, itu adalah hal yang rapuh bilamana perempuan mengenakan hijab hanya atas dasar kewajiban tanpa perantara pengetahuan terkait islam secara mengakar, hijab dan islam adalah satu kesatuan yang diliputi aspek spiritualitas, intelektual dan kemanusiaan, Kemestian hijab yang tak dipahami menjadikan hijab hanya sekadar alat kecantikan dan penutup.
Baca JugaZulhas dan Jalan Menuju Swasembada PanganJika hijab dipahami hanya sekadar alat kecantikan dan penutup, maka hijab yg ada pada islam tak ada bedanya dengan hijab pada fase pra islam.
Lalu Sebenarnya. Bagaimana kemestian hijab dalam islam, Apakah hijab pada islam sama dengan hijab yang dipahami di fase Pra Islam? Dan apakah hijab hanya diperuntukan pada perempuan atau laki-laki juga perlu berhijab, melihat relasi keduanya di realitas ?
Baca Juga2 Tahun Prabowo-Gibran: Ujian dan Arti Sebuah KomitmenOleh: Nur' Ain
Penulis Adalah Pegiat Ruang Belajar Mubin English Course dan SaESA