Putraindonews.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut Indonesia terus berkomitmen membangun kerja sama yang lebih kuat dengan Turki, serta dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan kemakmuran global.
“Selain pertukaran kunjungan, kami berdua juga menjalin komunikasi yang sangat intensif. Hal ini menunjukkan kuatnya hubungan kedua negara,” kata Retno saat berkunjung ke Turki, dalam keterangan pers Kemlu RI, Rabu (1/5/24).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Eratnya hubungan kedua negara ditandai dengan kunjungan Menlu Turki Hakan Fidan ke Jakarta pada Juli tahun lalu, yang dibalas Menlu RI dengan berkunjung ke Ankara.
Meskipun menyatakan kepuasan terhadap hubungan Indonesia-Turki saat ini, Retno memaparkan beberapa ruang kerja sama yang masih bisa diperkuat.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaRetno menyebut kedua negara berkomitmen untuk mempercepat finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki, dan menyambut baik rencana penyelenggaraan perundingan CEPA putaran ke-5 tahun ini.
“Kami yakin bahwa finalisasi CEPA akan membawa perubahan dan meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral kita,” ujar Retno.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelMengenai kerja sama pertahanan, kedua menlu sepakat untuk mengadakan pertemuan 2+2 dan menyambut baik dialog militer dan pertahanan yang sedang berlangsung.
Retno dan Fidan juga menyambut baik kerja sama strategis dalam pengembangan industri pertahanan, di antaranya untuk produksi bersama medium weight tank (MWT), dan berkomitmen untuk bekerja sama dalam pemasarannya.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanKedua negara pun berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama dalam pemberantasan kejahatan transnasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Keamanan sebagai payung kerja sama dan berharap MoU mengenai pemberantasan terorisme dan pemberantasan kejahatan transnasional dapat segera diselesaikan.
“Kedua negara juga membina kerja sama strategis dalam kerja sama pembangunan. Kita adalah sesama negara berkembang. Bersama-sama, kita dapat menawarkan peningkatan kapasitas dan proyek bersama untuk negara-negara Selatan,” tutur Retno.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiBagi Turki, Indonesia merupakan salah satu mitra pertama di kawasan Asia Pasifik yang membentuk mekanisme Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (HLSC).
HLSC diumumkan bersama oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT G20 di Bali, pada 2022.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil“Hari ini, kami juga membahas persiapan Pertemuan pertama HLSC awal tahun depan terutama mengenai potensi hasil nyata. Kami menugaskan para pejabat kami untuk mengidentifikasi lebih lanjut dan mempercepat penyelesaian perjanjian-perjanjian potensial dan hasil-hasil yang dapat dicapai demi keberhasilan penyelenggaraan HLSC Indonesia-Turki yang pertama,” kata Retno. Red/HS