Putraindonews.com, Jakarta – Pelaku kejahatan siber selalu mencari cara terbaru untuk mengelabui masyarakat pengguna platform digital.
Kali ini modus yang dipakai yakni menggunakan 'silent call' atau disebut dengan panggilan hening. Aksi ini belakangan marak terjadi.
Baca JugaMenlu Singapura Kunjungi Indonesia di Tengah Memanasnya Hubungan Indonesia-SingapuraDiketahui, modus ini menjadi salah satu bentuk penipuan siber yang memanfaatkan rasa penasaran korban.
Silent call biasanya berupa panggilan telepon tanpa suara ketika diangkat pelaku kerap menggunakan sistem otomatis untuk menghubungi banyak nomor secara acak.
Baca JugaHUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas PemberitaanDikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Selasa, 21 April 2026, panggilan semacam ini dapat menjadi bagian dari upaya penipuan atau pengumpulan data pengguna. Masyarakat diimbau untuk tidak menanggapi atau menelepon balik nomor yang mencurigakan.
Selain itu, laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara menyebutkan bahwa modus panggilan misterius sering digunakan untuk memverifikasi nomor aktif. Setelah itu, nomor korban berpotensi menjadi target penipuan lanjutan seperti phishing atau social engineering. Red/HS
Baca JugaPria di Tangerang Terkejut Usai Ditagih Pajak Rp137 Juta dari McLeren