Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Momentum HUT RI ke-81, Lapas Kerobokan Luncurkan Program "BINA PRIMA"

W Wedha • 18 Aug 2026 • 0 komentar
Momentum HUT RI ke-81, Lapas Kerobokan Luncurkan Program "BINA PRIMA"
Lapas Kerobokan Luncurkan Program "BINA PRIMA" (Wedha/Putraindonews)

Putraindonews.com, Badung - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan penyerahan Remisi Umum Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Senin (17/8/2026), sekaligus menjadi tonggak peresmian inovasi pemasyarakatan bertajuk BINA PRIMA (Strategi Pembinaan Warga Binaan Pasca Pelanggaran Tata Tertib pada Lapas/Rutan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali). 

Program proyek perubahan yang digagas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Tunggul Buono, ini diluncurkan secara langsung oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai, melalui prosesi penekanan tombol secara simbolis di hadapan jajaran tamu undangan yang hadir dan warga binaan.

Baca JugaViral! Tembolok Ayam Ditemukan dalam Menu MBG

Peluncuran yang berlangsung khidmat mulai pukul 12.00 WITA tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi dan Forkopimda, antara lain Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya; Kepala Kanwil Kementerian Hukum Bali, Eem Nurmanah; Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Brigjen TNI Ketut Merta Gunada (mewakili Pangdam IX/Udayana); Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Bali, AKBP Ida Bagus Dedi Januarta (mewakili Kapolda Bali); Panitera Pengadilan Tinggi Denpasar, Dwi Kuncoro (mewakili Ketua PT Denpasar); Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Badung, Putu Andy (mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Bali); Kepala BNN Kabupaten Badung, AKBP Dewa Ketut Darma Aryawan (mewakili Kepala BNNP Bali); serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Bali.

Inovasi BINA PRIMA dengan moto “Dibina Berubah Bermartabat” dihadirkan sebagai langkah terstruktur untuk mengubah paradigma penanganan pelanggaran tata tertib, dari yang sebelumnya berfokus pada sanksi disiplin menjadi pembinaan pasca pelanggaran yang terukur dan terarah. 

Baca JugaMencuat Wacana Sex Toy Bagi Warga Lapas

Program ini memadukan asesmen risiko dan kebutuhan perilaku, intervensi pembinaan kepribadian dan kemandirian, penguatan peran Wali Pemasyarakatan, serta kolaborasi lintas sektor. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran berulang (repeat offender), mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban di Lapas Kerobokan sebagai pilot project, sekaligus menyukseskan implementasi Asta Cita Poin 7 Presiden Republik Indonesia di seluruh Lapas dan Rutan wilayah Bali. Red/GW

Bagikan berita:

Berita Terkait