Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Muncul Kekhawatiran, Indonesia Usul Pengurangan Biaya Proyek Jet Tempur Bersama Korsel

S Samsuddin • 07 May 2024 • 0 komentar
Muncul Kekhawatiran, Indonesia Usul Pengurangan Biaya Proyek Jet Tempur Bersama Korsel

Putraindonews.com - Indonesia telah mengusulkan pengurangan pembayaran untuk proyek pengembangan jet tempur bersama dengan Korea Selatan sekitar sepertiga dari jumlah aslinya di tengah kekhawatiran atas keterlambatan pembayarannya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang narasumber yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yonhap, Senin (6/5/24).

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Indonesia, katanya, baru-baru ini menyarankan untuk membayar total 600 miliar won (Rp7 triliun) untuk proyek jet KF-21,

Padahal awalnya Indonesia setuju untuk membayar sekitar 20 persen dari program senilai 8,1 triliun won (Rp95,8 triliun) yang diluncurkan pada tahun 2015 untuk membangun pesawat tempur supersonik canggih pada tahun 2026.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Pembayaran tersebut disetujui sebagai imbalan atas penerimaan satu model prototipe dan transfer teknologi, serta memproduksi 48 unit di Indonesia. Namun Indonesia disebut telah mengusulkan pengurangan jumlah pembayaran untuk transfer teknologi yang lebih sedikit, sebut pejabat itu.

Sejauh ini, tercatat Indonesia telah menyumbang sekitar 300 miliar won (Rp3,55 triliun) untuk proyek tersebut dan gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran, sehingga Korea Selatan mempertanyakan komitmen terhadap kesepakatan antara keduanya.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Sebelumnya pada akhir tahun lalu, diketahui bahwa Indonesia telah meminta Korea Selatan untuk menunda pembayaran proyek tersebut hingga tahun 2034, namun Seoul tetap mempertahankan pendiriannya bahwa pembayaran tersebut harus dilakukan sebelum batas waktu pembangunan pada tahun 2026.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan konsultasi sedang dilakukan dengan Indonesia dan menambahkan bahwa pemerintah belum memutuskan apakah akan menerima usulan itu.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Usulan tersebut muncul di tengah penyelidikan polisi yang sedang berlangsung terhadap dugaan upaya seorang insinyur Indonesia untuk mencuri teknologi jet di Korea Aerospace Industries (KAI), produsen KF-21.

Insinyur yang diberangkatkan setelah Indonesia setuju untuk mengambil bagian dalam proyek tersebut, tertangkap pada bulan Januari saat mencoba meninggalkan fasilitas KAI dengan perangkat penyimpanan USB yang berisi data tentang jet tempur tersebut. Red/HS

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

Bagikan berita:

Berita Terkait