Putraindonews.com - Johannesburg | Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva pada Kamis (24/8) menyebut bahwa negara-negara BRICS akan menyambut para anggota baru, yang akan dipilih berdasarkan kepentingan geopolitik dan bukan karena alasan ideologi pemerintah mereka.
Pada pertemuan puncak mereka di Johannesburg, lima negara BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) memutuskan memasukkan Arab Saudi, Iran, Ethiopia, Mesir, Argentina, dan Uni Emirat Arab ke dalam kelompok ini.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Langkah ini bertujuan meningkatkan pengaruh blok negara-negara berkembang terkemuka itu.
"Yang penting bukan siapa yang memerintah, tapi pentingnya negara itu," kata Lula dalam konferensi pers sebelum meninggalkan Afrika Selatan.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China"Kami tidak bisa menyangkal pentingnya geopolitik Iran dan negara-negara lain yang akan bergabung bersama BRICS," sambung dia.
Perluasan keanggotaan ini diperkirakan akan membuka jalan kepada puluhan negara lain untuk masuk kelompok itu, seiring dengan upaya mereka dalam menyeimbangkan kembali tatanan dunia yang sudah ada.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelLula mengatakan Brazil akan mendukung keanggotaan Nigeria, Angola, Mozambik, dan Republik Demokratik Kongo.
Lebih dari 40 negara sudah mengutarakan minat bergabung dengan BRICS dan 22 negara di antaranya sudah secara resmi melamar menjadi anggota kelompok itu.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanBRICS saat ini mencakup sekitar 40 persen penduduk dunia dan seperempat dari total produk domestik bruto global.
Lula mengisyaratkan bahwa pertemuan antara kelompok negara demokrasi terkaya G7 dan negara-negara BRICS akan menjadi langkah penting berikutnya. Red/HS
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi