Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Pakar Nilai Serangan Iran ke Israel Punya Alasan Kuat

S Samsuddin • 15 Apr 2024 • 0 komentar
Pakar Nilai Serangan Iran ke Israel Punya Alasan Kuat

Putraindonews.com - Padang | Pakar hubungan internasional dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat Virtuous Setyaka menilai serangan Iran terhadap Israel berkaitan dengan kedaulatan negara.

"Ketika Iran melakukan balasan, sebagai negara yang berdaulat, hal itu wajar saja," kata Virtuous Setyaka di Padang, Senin (15/4/24).

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Serangan puluhan rudal balistik dan ratusan drone yang dilancarkan Iran, kata dia, merupakan respons langsung negara itu terhadap ulah Israel yang terlebih dahulu menyerang Kedutaan Besar Iran di Damaskus beberapa waktu lalu.

"Israel menyerang Kedutaan Besar Iran, dan itu bisa dianggap sebagai pelecehan atau penghinaan terhadap kedaulatan sebuah negara," jelasnya.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Menurut akademikus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unand itu, ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tidak lepas dari konflik yang terjadi di Palestina.

Oleh sebab itu, apabila konflik antara Hamas dan Zionis Israel tidak segera dihentikan, berpeluang menimbulkan eskalasi konflik yang jauh lebih besar.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

"Jadi, kalau tidak segera dihentikan, eskalasinya akan meluas di tingkat kawasan Timur Tengah," ujarnya.

Bahkan, lebih buruk lagi konflik tersebut bisa saja menyeret atau mengakibatkan negara-negara di luar Timur Tengah ikut terlibat langsung dalam peperangan.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar RI di Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) di tengah konflik yang memanas antara Iran dan Israel.

Menurut KBRI Teheran, sebanyak 376 WNI berada di Iran, sebagian besar di antara mereka adalah pelajar/mahasiswa di Kota Qom. Red/HS

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

Bagikan berita:

Berita Terkait