Putraindonews.com,Jakarta - Para pemimpin Eropa kian cemas dengan pendekatan pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump terhadap hubungan trans-Atlantik, demikian dilaporkan The Washington Post (WP).
WP memperingatkan bahwa kebijakan Washington yang berubah-ubah telah melemahkan fondasi kerja sama yang telah menyatukan AS-Eropa.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Hanya tiga tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina yang memicu respons kuat dan terkoordinasi dari Barat, para pembuat kebijakan Eropa kini takut bahwa kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump justru melemahkan persatuan tersebut, menurut laporan itu.
Pemerintahan AS disebut mendorong penyelesaian konflik dengan Rusia tanpa melibatkan Eropa.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSelain itu, AS menuntut negara-negara Eropa mengirim lebih banyak pasukan ke Ukraina, serta menjalin hubungan dengan para pemimpin sayap kanan dengan cara yang membuat sekutu tradisional merasa tidak nyaman.
Dalam Konferensi Keamanan Munich, Wakil Presiden AS JD Vance dan pejabat lainnya menyampaikan pesan yang kuat bahwa Washington mungkin akan mengurangi kehadiran militernya di Eropa, demikian laporan media itu.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelPara sekutu NATO meninggalkan pertemuan menteri pertahanan dengan kekhawatiran bahwa Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sedang mempertimbangkan penarikan puluhan ribu tentara AS dalam beberapa tahun mendatang, menurut keterangan pejabat. Red/HS