Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Penjualan Mobil Bekas Jepang ke Rusia Mulai Dilarang

S Samsuddin • 02 Oct 2023 • 0 komentar
Penjualan Mobil Bekas Jepang ke Rusia Mulai Dilarang

Putraindonews.com - Tokyo | Jepang tengah melarang sebagian besar penjualan mobil bekas ke Rusia dinilai akan menghambat perdagangan yang mendekati 2 miliar dolar (sekitar Rp31,02 triliun) per tahun.

Perdagangan mobil bekas dari Jepang ke Rusia itu meningkat pesat di tengah sanksi dari negara lain terhadap Rusia akibat invasi ke Ukraina, menurut data perdagangan dan pelaku pasar.

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Pada awal Agustus, pemerintah Jepang melarang ekspor semua produk kecuali mobil sedan kecil ke Rusia, memutus jalur belakang yang menguntungkan dalam perdagangan Toyota, Honda, dan Nissan bekas untuk jaringan pialang dan pelabuhan yang lebih kecil, terutama Fushiki, yang merupakan pusat ekspor di Laut Jepang.

Selain memusnahkan sumber mobil bekas terbesar di Rusia, sanksi tersebut telah menurunkan harga mobil bekas di Jepang dan membuat para pialang berebut mengirim kendaraan ke wilayah lain, terutama pasar mobil bekas di Selandia Baru, Asia Tenggara, dan Afrika.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Permintaan Rusia terhadap mobil bekas dari Jepang melonjak tajam setelah produsen mobil global, termasuk Toyota, menarik diri dari operasinya menyusul invasi Moskow ke Ukraina.

Pada 2022, dengan pengetatan sanksi di negara lain, Rusia membeli lebih dari seperempat ekspor mobil bekas Jepang dengan harga rata-rata hampir 8.200 dolar (sekitar Rp127 juta).

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Angka tersebut lebih dari dua kali lipat harga pada tahun 2020, ketika Rusia mengambil sekitar 15 persen ekspor mobil bekas Jepang.

Penjualan tersebut berada di jalur yang tepat untuk mencapai 1,9 miliar dolar (sekitar Rp29,47 triliun) sepanjang tahun 2023 sebelum Jepang memberlakukan sanksi yang lebih keras, berdasarkan data perdagangan.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Lebih dari separuh dari 303.000 mobil bekas yang diimpor Rusia dalam delapan bulan pertama tahun ini berasal dari Jepang, menurut angka dari lembaga analisis Rusia Autostat.

Angka tersebut dibandingkan dengan penjualan 606.950 mobil baru yang sebagian besar merupakan merek Rusia dan China pada periode yang sama, berdasarkan data Autostat.

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

SV Alliance, perusahaan ekspor mobil yang berbasis di Toyama serta telah berusia dua tahun, telah menjadi bagian dari lonjakan pada masa perang yang mengirimkan rata-rata sekitar 6.500 mobil bekas ke Rusia setiap bulan hingga Juli dari Fushiki, Jepang.

Pelabuhan ini berjarak sekitar 800 km dari Vladivostok Rusia, dalam waktu dua hari berlayar dengan kapal kargo.

Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil

"Bisnis anjlok sekitar 70 persen dan kami harus memecat beberapa orang karena tidak tersedia cukup pekerjaan," kata Olesya Alekseeva, koordinator logistik di SV Alliance.

Jepang telah menjadi eksportir mobil bekas terkemuka selama beberapa dekade. Sistem inspeksi wajib membuat biaya pemeliharaan mobil bekas menjadi lebih tinggi bagi pelanggan di Jepang. Red/HS

Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main Judi

Bagikan berita:

Berita Terkait