Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Pilpres 2024 AS, Trump-Biden Resmi Akan Kembali Bertarung

S Samsuddin • 15 Mar 2024 • 0 komentar
Pilpres 2024 AS, Trump-Biden Resmi Akan Kembali Bertarung

Putraindonews.com – Pertarungan seru bakal kembali tersaji dalam perhelatan pemilihan presiden pada November mendatang.

Pasalnya, dua rivalitas sejatiJoe Biden dan Donald Trump dipastikan bakal kembali bertarung dalam kontestasi elektoral tersebut.

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Adapun Biden kembali maju setelah berhasil mendapatkan suara yang cukup untuk menjadi kandidat resmi calon presiden (capres) AS dari Partai Demokrat.

Kendati begitu, dirinya masih harus memperoleh setidaknya 1.968 delegasi untuk memenangkan nominasi tersebut.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Presiden petahana 81 tahun itu berhasil mengantongi suara dan melampaui angka tersebut pada Selasa (12/3) malam sejalan dengan perhitungan yang keluar dari Georgia. Hasil perhitungan dari Mississippi juga menyusul kemudian dengan hasil yang memuaskan.

Di saat yang sama, Trump dikabarkan sukses meraih 1.215 delegasi. Jumlah tersebut menjadi syarat bagi Trump untuk mengamankan posisinya sebagai kandidat dari Partai Republik.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Biden merasa optimistis atas peluangnya sebagai seorang kandidat yang mengklaim mempunyai banyak pengalaman.

"Para pemilih sekarang punya pilihan untuk menentukan masa depan negara ini. Apakah kita akan berdiri dan membela demokrasi atau membiarkan orang lain meruntuhkannya? Akan kah kita mengembalikan hak untuk memilih dan melindungi kebebasan kita atau membiarkan ekstremis merampasnya pergi?" ucap Biden, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/3/24). Red/HS

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Sementara itu, pada pekan lalu di Roma, Georgia, Trump kembali menyerukan klaimnya soal pemilu 2020 yang diselimuti kecurangan.

Eks presiden 77 tahun itu bahkan menyerang Biden karena gagal membendung arus migran di perbatasan selatan AS yang kemudian ia gunakan sebagai isu strategis kampanyenya. Red/HS

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

Bagikan berita:

Berita Terkait