Putraindonews.com - Jakarta | Ketua Pembina Yayasan Konstruksi dan Infrastrukstur (Yakin) Indonesia Bachtiar R. Ujung kedatangan tamu kehormatan di Gedung Grha LPJK Arteri Jakarta Selatan.
Jenderal Armando Monterio seorang atase militer yang diutus khusus oleh Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao untuk bertemu secara langsung dan khusus dengan Dewan Pembina Yakin Indonesia.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Dalam pertemuan tersebut, sejumlah hal turut dibahas terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di Timor Leste.
Menurut Bachtiar, apa yang diperbincangkan oleh Jenderal Armando dengan dirinya tak lain membahas soal tindak lanjut pembahasan pada 2013 silam.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China“Jadi, pertemuan tersebut bagian dari merajut kembali berbagai sinergitas yang pernah didiskusikan pada 2013 lalu. Untuk membangun Timor Leste ke arah yang lebih baik,” kata Bachtiar, Kamis (20/7) di Jakarta.
Peluang Menarik Di tengah Lesunya Masyarakat Konstruksi Nasional
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelAdapun tindak lanjut komunikasi ini tentu membuka peluang besar terutama bagi para pelaku konstruksi indonesia yang ingin terlibat dalam pembangunan di Timor Leste.
“Kelesuan di bidang jasa konstruksi akibat daripada regulasi dan paket yang menurun untuk pengusaha menengah, kecil akhirnya dapat kesempatan untuk bekerja dan investasi kesana,” katanya.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanSelain itu, lanjut Bachtiar tingginya pengangguran di timor leste yayasan konstruksi dan infrastruktur indonesia siap memberikan pendidikan dan pelatihan di bidang konstruksi kepada masyarakat timor leste
“Alhamdulillah ini menjadi peluang besar untuk menindaklanjuti kerja sama antara Yayasan Konstruksi dan Infrastruktur Indonesia dengan pemerintah Timor Leste serta seluruh program kerja percepatan pembangunan lintas sektor di Timor Leste yang sudah dipresentasikan di Kongres daripada seluruh negara-negara jajahan Portugis di Timor Leste pada 2013 lalu,” terangnya.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiUntuk itu, diutusnya Jenderal Armando kata Bachtiar, bagian dari komitmen pemerintah Timor Leste yang ingin menyusun hasil diskusi bersama Yakin 10 tahun silam.
“Untuk itu, melalui Jenderal Armando kami beserta seluruh asosiasi konstruksi yang terlibat diminta untuk ikut berpartisipasi memberikan pemikiran maupun program kerja untuk menarik pelaku-pelaku usaha untuk meningkatkan pekerjaan-pekerjaan di Timor Leste,” ungkapnya.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilAdapun, kata dia, sejumlah rencana konstruksi yang rencana dibangun di Timor Leste itu meliputi pembangunan jalan, jembatan dan perumahan, air dan sarana prasarana lainnya. Red/HS