Putraindonews.com - Jakarta | Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi besar untuk tujuan investasi.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan para CEO perusahaan Australia di sela kunjungan kerja di Sidney, Australia, Selasa, mengundang para investor Australia untuk berinvestasi menanamkan modalnya di sejumlah sektor prioritas Indonesia,
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Indonesia memiliki potensi tinggi sebagai tujuan investasi dengan kekayaan sumber daya alam, bonus demografi, pasar yang besar, stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga," ujar Presiden dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Selasa (4/7).
Sektor prioritas Indonesia antara lain dalam bidang hilirisasi industri. Presiden menuturkan bahwa Indonesia dan Australia memiliki potensi besar untuk berintegrasi dalam mengembangkan industri baterai mobil listrik.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China"Indonesia sudah targetkan untuk mulai produksi baterai EV tahun depan, serta produksi satu juta mobil listrik dan 3,2 juta motor listrik di tahun 2035," tuturnya.
Selain itu, Kepala Negara menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam sektor energi hijau di mana Indonesia memiliki potensi besar sebanyak 434 gigawatt dalam bidang energi baru terbarukan dari angin, air, panas bumi, biofuel, dan surya.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel"(Saat ini) tengah dibangun 30 ribu hektare green industrial park," kata dia.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa saat ini pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam mulai dilakukan.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanMenurut Presiden, peluang investasi pada beberapa sektor di IKN terbuka lebar bagi para investor.
"Nilai investasinya capai 25 miliar dolar AS yang sangat terbuka, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya," jelasnya.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiSedangkan di sektor pendidikan dan kesehatan, Presiden meyakini potensi investasi bagi para investor juga sangat tinggi.
"Jumlah penerimaan mahasiswa, meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya. Hampir dua juta orang Indonesia, masih pergi berobat di luar negeri. Sebuah peluang besar bagi investasi di bidang ini," kata Presiden. Red/HS
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil