Putraindonews.com - Jakarta | Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo menyebutkan bahwa produk sabun dari Indonesia laris manis di pasar Mesir, meskipun bea masuk terbilang tinggi mencapai 40-60 persen.
Menurut Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Mesir sebagai negara pusat kegiatan (hub) masih berpeluang besar untuk dikembangkan pasar produk sabun dan turunannya.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Produk sabun Indonesia sudah dikenal baik oleh warga Mesir meskipun bea masuk tinggi, tetap produk sabun Indonesia masih dicari," tutur Dubes Lutfi beberapa saat lalu.
Atase Perdagangan KBRI Kairo M Syahran Bhakti mengatakan bahwa perwakilan RI di Mesir berupaya untuk melakukan negosiasi-negosiasi dalam kerangka hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Mesir, sehingga bea masuk untuk beberapa produk seperti sabun, yang mencapai 40-60 persen, dapat diatasi.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaBerdasarkan data Biro Statistik Mesir (CAPMAS), ekspor produk sabun Indonesia pada Januari-Desember 2022 sebesar 159 ribu dolar AS (sekitar Rp2,3 miliar) atau naik 3,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan pangsa pasar 0,12 persen.
Sementara ekspor produk sabun HS code 3401 sebesar 280 ribu dolar AS (sekitar Rp4,1 miliar) dengan pangsa pasar sebesar 0,80 persen.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelPesaing utama Indonesia dalam ekspor produk sabun ke Mesir yaitu Uni Emirat Arab dengan pangsa pasar 50,61 persen, Turki (7,23 persen), Jerman (2, 25 persen), Prancis (2,14 persen), dan Arab Saudi (1,99 persen).
Menurut Syahran, tingginya pasokan produk sabun dari Emirat ini ke pasar Mesir karena Emirat juga salah satu importir sabun terbesar Indonesia. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman