Putraindonews.com, Jakarta – Rencana besar Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menggelar aksi akbar dibatalkan karena khawatir aksi ditunggangi pihak penyusup.
Semula, aksi tersebut direncanakan digelar pada Senin (10/8) di depan kompleks parlemen untuk mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan.
Baca JugaBesaran Gaji Wantimpres Mencapai Rp76,5 JutaPresiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa koalisi telah mencermati situasi di lapangan, dan menduga ada kelompok-kelompok yang telah menunggu momentum tersebut.
"Kami mencermati ada kelompok-kelompok yang memang sudah menunggu gerakan buruh menggelar aksi besar-besaran. Kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi menumpang dalam aksi buruh yang tergabung di KBPBI," ungkap Andi dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Baca JugaDiangkat Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Pentingnya Bersikap KritisLanjutnya, aksi tersebut rencananya akan diikuti sekitar 50 ribu buruh dari 18 konfederasi yang tergabung dalam KBPBI.
Kendati begitu, pihaknya mempertimbangkan potensi penyusup, sehingga KBPBI memutuskan menundanya sambil terus mengamati perkembangan situasi. Red/HS
Baca JugaBuntut Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri