Putraindonews.com, Jakarta - Teknologi pertahanan udara Pakistan menunjukkan kemajuan luar biasa di mana berhasil mencegat rudal India yang ditujukan ke pangkalan udara militer, demikian dilaporkan saluran Geo TV, dengan mengutip juru bicara Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry.
Sebelumnya, Chaudhry mengatakan India menembakkan rudal ke tiga pangkalan udara Pakistan tetapi tidak menimbulkan kerusakan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Laporan itu juga mengutip Otoritas Bandara Pakistan yang mengatakan negara itu telah menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan mulai pukul 03.15 pagi (05.15 WIB) waktu setempat hingga 12.00 siang (14.00 WIB) karena masalah keamanan menyusul serangan India.
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat menyusul serangan 22 April di dekat kota wisata Pahalgam, di wilayah Kashmir yang dikelola India, di mana sekelompok militan Islam bersenjata menewaskan 26 orang.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaKelompok pemberontak Front Perlawanan yang terkait dengan sejumlah aksi teror mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi India menyalahkan pihak Pakistan, yang kemudian menolak tuduhan itu.
Sebelumnya pada 7 Mei, Kementerian Pertahanan India mengumumkan peluncuran Operasi Sindoor, yang menargetkan "infrastruktur teroris" di Pakistan.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelKemudian disebutkan bahwa 70 "teroris" berhasil dibasmi dan menekankan bahwa tidak ada fasilitas militer Pakistan yang diserang.
Militer Pakistan telah melaporkan 31 orang tewas dan 57 lainnya cedera akibat serangan India. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman