Putraindonews, Jakarta — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini melemah ke level Rp18.039–Rp18.129 per USD menurut kurs transaksi Bank Indonesia. Sementara itu, riyal Arab Saudi menguat ke Rp4.804,76 per SAR, didorong oleh lonjakan permintaan dari jemaah haji Indonesia yang mulai memasuki masa kepulangan gelombang I (1–15 Juni) dan gelombang II (16–30 Juni 2026).
Kepulangan Haji 2026
Proses kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 resmi dimulai dengan dua gelombang:
- Gelombang I: 1 – 15 Juni 2026
- Gelombang II: 16 – 30 Juni 2026
Lonjakan kebutuhan riyal untuk transaksi di Tanah Suci dan biaya perjalanan pulang turut mendorong penguatan kurs riyal terhadap rupiah.
Kurs Rupiah Hari Ini
| Sumber | Mata Uang | Kurs Beli (Rp) | Kurs Jual (Rp) | Kurs Tengah |
|---|---|---|---|---|
| Bank Indonesia (JISDOR) | USD | 17.948,81 | 18.129,19 | 18.039 |
| Bank Indonesia (JISDOR) | SAR | 4.780,61 | 4.828,91 | 4.804,76 |
| Bank Mandiri | SAR | 4.782 | 4.848 | - |
| Bank BCA (TT Counter) | SAR | 4.740 | 4.844 | - |
| Saudi Central Bank | SAR | - | 5.000 | - |
Grafik Pergerakan Rupiah vs Dolar AS

Grafik Tren Kurs Riyal vs Rupiah

Analisis Pergerakan Rupiah
Rupiah melemah menembus Rp18.000 per dolar AS, dipicu oleh penguatan indeks dolar global, inflasi domestik yang lebih tinggi dari ekspektasi, serta arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Kondisi ini menandakan tekanan eksternal masih kuat.
Kurs Riyal ke Rupiah
Riyal Arab Saudi menguat ke Rp4.804,76 per SAR. Permintaan tinggi dari jemaah haji Indonesia, khususnya pada masa kepulangan gelombang I dan II, menjadi faktor utama penguatan kurs ini. Bank Mandiri mencatat harga jual riyal mencapai Rp5.003 per SAR.
Dampak Ekonomi
- Impor energi dan bahan baku lebih mahal akibat pelemahan rupiah.
- Investor asing menahan investasi baru hingga stabilitas kurs terjaga.
- Bank Indonesia diperkirakan melakukan intervensi ganda di pasar spot dan DNDF.
Rupiah hari ini (7 Juni 2026) berada di kisaran Rp18.039–Rp18.129 per USD, melemah signifikan dibanding pekan lalu. Kurs riyal menguat ke Rp4.804,76 per SAR, dipicu oleh tingginya permintaan dari jemaah haji yang mulai pulang. Kondisi ini menandakan tekanan eksternal masih kuat, sementara BI harus menjaga stabilitas melalui intervensi pasar. Red/HS