Putraindonews.com - Moskow | Kementerian Kehakiman Rusia pada Jumat (1/9) menjuluki Dmitry Muratov, yang merupakan pemimpin redaksi surat kabar independen Rusia Novaya Gazeta sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021, sebagai agen asing.
Muratov dituding "menciptakan dan menyebarkan karya yang dihasilkan agen-agen asing dan menggunakan media asing untuk mengembangkan opini," menurut tulisan di Novaya Gazeta Europe yang diunggah di X --sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Koran itu menyebutkan bahwa opini tersebut ditujukan untuk membentuk sikap negatif terhadap kebijakan dalam dan luar negeri.
Selain Muratov, kata Novaya Gazeta Europe, seorang ahli ekonomi bernama Konstantin Sonin, juga dimasukkan dalam daftar sosok-sosok yang dilabeli "agen asing".
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSoni "tampil di media asing sebagai sebagai narasumber," kata surat kabar itu dengan mengutip pernyataan Kementerian Kehakiman.
Muratov selama ini kerap melancarkan kritik soal perang Rusia terhadap Ukraina.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelOrang-orang yang dinyatakan sebagai "agen asing" akan dikenai berbagai peraturan dan larangan terkait keuangan. Mereka juga tidak akan mendapat hak kerahasiaan pribadi.
Tokoh-tokoh lainnya yang dilabeli "agen asing" oleh Kementerian Kehakiman Rusia termasuk jurnalis Echo of Moscow, Oksana Barsheva, komedian Ruslan Bely, politisi St. Peterseburg Maksim Reznik, dan jurnalist TV Rain, Denis Katev, kata Novaya Gazeta Europe. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman