Putraindonews.com - Jakarta | Satelit Lapan-A3 yang mengorbit pada ketinggian 505 kilometer di atas permukaan bumi telah menghasilkan data citra seluas 538 juta kilometer persegi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan keberadaan satelit tersebut memiliki perangkat kamera multispektral Line Image Space Application (LISA) dan telah beroperasi selama tujuh tahun.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Lapan-A3 telah menghasilkan data citra lebih dari 538 juta kilometer persegi dengan resolusi 16 meter dan lebar swath 100 kilometer," kata Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Wahyudi Hasbi di Jakarta, Kamis (22/6).
Lapan-A3 pertama kali diluncurkan pada 22 Juni 2016 dari Sriharikota, India. Satelit itu sebagai mission control center melalui Stasiun Bumi Rancabungur di Bogor, Jawa Barat.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaMuatan utamanya adalah kamera multispektral LISA yang dapat memantau fasa pertumbuhan tanaman pangan. Misi kedua dari Lapan-A3 adalah membuat citra RGB dengan resolusi empat meter dan ukuran citra 7x7 kilometer.
Misi ketiga satelit tersebut adalah pemantauan lalu lintas maritim global. Kemudian, misi lain dari Lapan-A3 adalah pemantauan medan magnet bumi untuk keperluan riset.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSatelit hasil kolaborasi dengan IPB itu dapat melakukan pemantauan wilayah perairan Indonesia. Melalui Automatic Identification System (AIS), satelit Lapan-A3 dapat memantau pergerakan kapal laut.
Saat ini satelit itu telah mengumpulkan lebih dari 201 juta data AIS melalui kegiatan pemantauan. Selama beroperasi, Lapan-A3 yang merupakan satelit kedua yang dibuat di Indonesia tercatat telah mengumpulkan data citra spacecam sekitar 8 juta kilometer persegi.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanSatelit Lapan-A3 juga dilengkapi sensor magnetometer untuk pengamatan medan magnet bumi yang digunakan untuk memprediksi gempa. Sensor itu juga telah beroperasi selama 15.888 jam.
Wahyudi mengungkapkan bahwa satelit itu memiliki lifetime lebih lama dari perkiraan, karena ada peran para operator yang terus menjaga kesehatan satelit dan mengoperasikan.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi"Keberhasilan Lapan-A3 melampaui perkiraan umur 3-4 tahun ini ditopang oleh para periset yang secara konsisten melakukan riset teknologi satelit yang maju," pungkasnya. Red/HS