Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Satu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02

S Samsuddin • 28 Sep 2026 • 0 komentar
Satu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02
Giat Panti Asuhan Bukit Karmel, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/9). IST

Putraindonews.com, Bogor - Berbagi ternyata tak selalu harus hadir dalam bentuk bantuan materi. Kadang, waktu, perhatian, permainan, dan kesempatan untuk didengarkan justru menjadi hadiah yang begitu berarti.

Semangat itulah yang dibawa Ti Wargi Pikeun Wargi (TWPW) melalui kegiatan Wargi Mibanda Aksi Musim 2 (WMA #02) bertema “Ulin Sararea, Babagi Kabagjaan” di Panti Asuhan Bukit Karmel, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Baca JugaBubarkan Tawuran hingga Tewaskan Pemuda di Makassar, Lima Anggota Polisi Diperiksa

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.45 WIB ini diikuti sekitar 48 anak panti, 21 staf yayasan, serta para relawan TWPW. Turut mendukung kegiatan tersebut, Eskopi Indonesia melalui kolaborasi dan dukungan produk minuman.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri dan memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri.

Baca JugaSejumlah Aki Alat Pemantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Hilang

Acara dimulai dengan doa dan sesi perkenalan. Anak-anak kemudian diajak mengikuti permainan edukatif seperti estafet gambar ruang, permainan gerakan dan fokus, hingga sesi bercerita.

Namun, salah satu momen yang paling menarik adalah ketika anak-anak diajak membuat “Pohon Harapan”. Mereka mewarnai pohon, kemudian menuliskan harapan dan cita-cita masing-masing untuk ditempelkan di dalamnya.

Baca JugaKebakaran Teraji di Ruang RSUD Cibitung

Bagi TWPW, aktivitas tersebut bukan sekadar permainan kreatif. Pohon Harapan menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki hak untuk mempunyai cita-cita dan bermimpi besar.

Founder Ti Wargi Pikeun Wargi, Tiara Aqwya (Yaya), mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak di panti juga memiliki mimpi yang layak didukung.

Baca JugaPanglima TNI Tegas soal OPM: “Separatis Harus Ditumpas”

“Pohon harapan ini bukan sekadar aktivitas menempelkan kertas, tapi simbol bahwa setiap anak di Panti Asuhan Bukit Karmel berhak memiliki cita-cita dan bermimpi besar. Cita-cita yang mereka tuliskan hari ini adalah semangat bagi kami di TWPW untuk terus bergerak dan berbagi kabagjaan.”

Antusiasme anak-anak pun terlihat sepanjang kegiatan. Menurut Ria, MC acara, permainan interaktif membuat anak-anak lebih leluasa menunjukkan apa yang mereka sukai sekaligus menceritakan cita-cita mereka.

Baca JugaKNPI Jawa Timur Desak Pemerintah Evaluasi Perlindungan Anak di Sekolah Pasca Kasus Kekerasan di SMP Negeri 18 Malang

“Mendengar antusiasme adik-adik saat menceritakan hal yang disukai dan cita-cita mereka sangat luar biasa. Melalui permainan interaktif tadi, kita bisa melihat bahwa setiap dari mereka memiliki impian yang cemerlang yang patut kita dukung dan doakan bersama.”

Hal senada dirasakan Keisya, salah seorang volunteer TWPW. Baginya, mendampingi anak-anak dalam aktivitas Pohon Harapan memberikan pengalaman yang tidak kalah berharga.

Baca JugaPerkumpulan Jinjiang Indonesia Bahas Strategi Pajak dan Bedah Buku Mengungkap Tabir Kecurangan

“Mendampingi adik-adik mewarnai pohon harapan dan menuliskan cita-cita membuat saya sadar bahwa kehadiran kita bisa memberi mereka keyakinan lebih. Cita-cita mereka sangat tulus, dan saya bersyukur bisa menjadi bagian dari hari yang menginspirasi ini.”

Selain permainan dan aktivitas psikososial, kegiatan juga diisi dengan pembagian paket alat belajar berupa buku tulis dan pulpen kepada 48 anak panti. Dukungan produk minuman dari Eskopi Indonesia juga turut dinikmati sekitar 90 orang yang terdiri dari relawan, anak-anak panti, dan staf yayasan.

Baca JugaKecelakaan Terjadi di Tol Jagorawi, Truk Tangki Tabrak Pembatas Jalan

Kegiatan WMA #02 ditutup dengan makan dan ngemil bersama, ngopi, doa penutup, serta foto bersama. Lebih dari sekadar sebuah kunjungan, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan relawan dan anak-anak dalam suasana penuh keakraban.

Melalui kegiatan tersebut, TWPW berharap semangat berbagi tidak berhenti pada satu kegiatan. Anak-anak mendapatkan dukungan moral dan pengalaman positif, sementara para relawan mendapat pembelajaran langsung tentang empati, solidaritas, dan pentingnya hadir bagi sesama.

Baca JugaWao! Green SM Bike Bakal Berekspansi di Jakarta

Pada akhirnya, “Ulin Sararea, Babagi Kabagjaan” bukan hanya menjadi tema kegiatan. Ia menjadi semangat yang diwujudkan melalui hal-hal sederhana: bermain bersama, mendengarkan cerita, menuliskan mimpi, dan memberikan keyakinan kepada anak-anak bahwa mimpi mereka layak untuk diperjuangkan. Red/SG

Bagikan berita:

Berita Terkait