Putraindonews com, Jakarta – Sejumlah pengusaha dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional Indonesia (AMBGN) menyampaikan keluhannya terkait penangguhan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Keoutusan penangguhan tersebut diyakini berdampak bagi kehidupan investor dapur MBG. Hal itu diungkapkan Ketua Umum AMBGN sekaligus Koordinator Aksi, Sawaluddin Aweng, saat beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurizal dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (1/10/2026).
Menurut Sawaluddin, para mitra telah mengeluarkan modal besar untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Baca JugaGebrakan Kapolri Baru, 88 Pati Langsung Dimutasi"Mereka mengeluarkan uangnya miliaran rupiah untuk membangun dan mensukseskan program prioritas presiden yang namanya makan bergizi gratis," ungkap Sawaluddin.
Ia merinci setidaknya ada 13.000 dapur yang tidak beroperasi atau ditangguhkan. Ia menilai keputusan itu berdampak besar terhadap para mitra yang telah menginvestasikan modal untuk membangun dapur SPPG. Red/HS
Baca JugaFerry Irwandi Bagikan Momen Dirinya Dibuntuti Mobil Misterius