Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

E Endang • 04 Nov 2026 • 0 komentar
Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI
Sidang paripurna DPD RI yang berlangsung Selasa 3 November 2026. Foto: DPD RI

Putraindonews.com, Jakarta - Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP MAP, mengejutkan para senator seluruh Indonesia dengan menyampaikan persoalan bendera Aceh dalam sidang paripurna DPD RI yang berlangsung Selasa 3 November 2026. Persoalan ini dibahas dalam sidang Paripurna ke 4 DPD RI masa sidang ke II Tahun 2026-2027.

Sebagaimana yang perlu diketahui, yang dimaksud dengan bendera Aceh, sesuai qanun, adalah bendera bulan bintang.

Baca JugaDPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan, dan Dialog Publik

"Terimakasih pimpinan. Saya diamanahkan masyarakat Aceh yang menyerahkan bendera Aceh, untuk diminta agar polemic bendera Aceh diselesaikan," ujar Azhari Cage.

"Kenapa saya katakan demikian? karena polemic yang terjadi [saat-red] ini [soal bendera-red] akan menganggu perdamaian di Aceh."

Baca JugaBakohumas DPD RI Perkuat Sinergi Publikasi, Dorong Potensi dan Inovasi Putra-Putri Terbaik Daerah

"Dasar hukummnya sangat jelas. Pertama, MoU Helsinki, poin 1.1.5 menyebutkan bahwa Aceh berhak memiliki bendera sebagai lambang kekhusuan di Aceh. Dan di dalam UUPA, pasal 246 bahwa bendera merah putih adalah bendera nasional berdasarkan UUD 1945. Selain bendera merah putih, pemerintah Aceh memiliki bendera sebagai bentuk kekhususan Aceh. Bendera daerah Aceh serta bukan symbol kedaulatan di Aceh."

Di Aceh, kata Azhari Cage, juga sudah ada qanun atau Perda nomor 3 tahun 2013 tentang bendera Aceh.

Baca JugaKetua DPD RI Gagas Green Democracy, Perkuat Demokrasi Berkeadilan dan Ketahanan Nasional

"Saat ini, masyarakat Aceh mengibarkan bendera Aceh [bulan bintang-red]. Dalam maulid. Oleh karena itu, saya meminta pimpinan DPD RI untuk meminta kepada pemerintah agar polemic ini diselesaikan," kata Azhari Cage. 

"Kita [Negara Indonesia-red lahir dari berbagai macam perbedaan dan daerah. Perbedaan jangan menjadi alergi bagi pemerintah pusat terhadap Daerah Daerah yang memiliki kewenangan keistimewaan dan kekhususan,bukan kah itu sudah ada dalam bhinneka tunggal Ika ? Walau berbeda2 tapi tetap satu 

Baca JugaDPD RI Kecam Keras Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo: Polisi Jangan Menakut-nakuti Masyarakat!

Kata dia, di dunia modern, Indonesia terbentuk dari berbagai perbedaan yang apabila diukur [luasnya-red] terbentang dari Portugal sampai Pakistan dan lebih kurang terdiri dari lebih kurang 1300 suku bangsa.

"Perbedaan ini jangan dipandang sebagai kebencian. Perbedaan harus di pandang sebagai sebuah kebanggaan selaku bangsa yang besar," ujarnya lagi. 

Baca JugaPolkam di Sorong, Senator Filep Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pengungsi Sipil

"Saya sangat berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan sebaik-baiknya," kata dia.

Sikap dan keberanian Azhari Cage yang berani membahas persoalan bendera Aceh yang dianggap sensitif dalam paripurna DPD RI mendapat tepukan amplus dari para senator yang hadir. Red/ES

Baca JugaProduktivitas Turun Usai Penertiban Kawasan Hutan, Waka DPD Ingatkan Presiden pada Amanat Pasal 33

 

 

Bagikan berita:

Berita Terkait