Putraindonews.com - Jakarta | Serikat Jurnalis Israel mendesak militer negaranya menyelidiki serangan terhadap fotografer Anadolu Mustafa Alkharouf. Mereka juga meminta petugas polisi yang terlibat diberhentikan sementara sampai penyelidikan selesai.
Lewat X, serikat tersebut menyoroti serangan itu yang disebutnya sebagai serangan ke-37 terhadap jurnalis Arab sejak 7 Oktober ketika Hamas, menyerang Israel selatan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Mereka menunjukkan bahwa sebagian besar serangan terhadap jurnalis Arab dilakukan oleh pasukan keamanan Israel yang menghalangi para jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Mereka meminta petugas polisi yang menyerang Alkharouf agar diselidiki.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSerangan terhadap jurnalis foto Anadolu terjadi pada 15 Desember ketika sedang bertugas di Yerusalem Timur.
Awalnya pasukan Israel mengokang senjata dan kemudian menendang Alkharouf sampai terjatuh ketika sekelompok warga Palestina berkumpul dekat Masjid Al Aqsa ketika salat Jumat dibatasi.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelAlkharouf, yang dipukuli dengan parah di bagian wajah dan tubuh, dibawa ke Rumah Sakti Makassed dengan menggunakan ambulans.
Polisi Israel juga menyerang juru kamera Faiz Abu Rumaila yang sedang bersama Alkharouf.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanOtoritas Israel menyatakan polisi yang terlihat dalam video sedang menyerang jurnalis Alkharouf, sudah dibebastugaskan. Red/HS