Putraindonews.com – Peristiwa nahas kembali dialami pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ321.
Pesawat yang membawa 211 penumpang dengan perjalanan dari London ke Singapura terpaksa melakukan pendaratan darurat di Ibu Kota Thailand, Bangkok lantaran tidak bisa melakukan pendaratan normal di tempat tujuan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Seorang mahasiswa asal Malaysia bernama Dzafran Azmir membeberkan situasi yang terjadi di dalam pesawat saat terjadi turbulensi.
Dirinya menyebut sempat mengalami kegelisahan ketika pesawat Boeing 777-300R tersebut mulai menanjak dan bergetar.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaPria berusia 28 tahun itu berupaya menenangkan diri dan memeriksa sabuk pengamannya. Sabuk tersebut sudah terpasang. Namun, banyak penumpang lain yang tidak mengenakan sabuk pengaman, katanya.
"Tiba-tiba terjadi penurunan yang sangat drastis sehingga semua orang yang duduk tanpa sabuk pengaman terlempar ke langit-langit. Beberapa penumpang kepalanya terbentur kabin bagasi di atas, menyebabkan penyok, mereka menabrak tempat lampu dan masker oksigen, dan langsung menembusnya," kata Azmir kepada Reuters.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel"Orang-orang terjatuh ke lantai, ponsel saya terlepas dari tangan dan terlempar beberapa baris ke samping, sepatu penumpang juga terlempar," tambahnya.
Seorang penumpang tewas dan 30 lainnya terluka setelah penerbangan dari London mengalami turbulensi hebat yang memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Bangkok, kata para pejabat dan pihak maskapai.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman“Para kru dan orang-orang di dalam toilet mengalami cedera paling parah karena kami menemukan mereka tergeletak di lantai dan tidak bisa bangun. Banyak yang mengalami cedera tulang belakang dan kepala,” kata Azmir.
Kapten kemudian memberi tahu penumpang bahwa mereka akan melakukan pendaratan darurat di ibu kota Thailand, Bangkok.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiBegitu pesawat mendarat, perawat dan petugas penyelamat segera datang untuk memeriksa korban yang terluka, kata Azmir.
"Saya rasa mereka tidak mengantisipasi seberapa parah situasinya," katanya.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilAmbulans kemudian tiba, dan Azmir melihat setidaknya delapan orang di atas tandu ditarik keluar dari pintu darurat. Proses evakuasi pesawat memakan waktu 90 menit, katanya. Red/HS