Putraindonews.com - NTT |Semangat ibu-ibu di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat,NTT dalam merawat kearifan lokal budaya yang tercurahkan dalam setiap ukiran motif karaja kian tak terbendung.
Semangat Ibu-ibu dalam menyatukan motif lokal ini kian membara setelah Karaja Lamboya kini menjadi sasaran utama masyarakat Sumba itu sendiri dan Wisatawan Domestik.
Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam Assinrilik
Ukiran yang indah di setiap lehai kain membuat khalayak terdecak kagum atas Karaja Lamboya.
Pantauan Putraindomews.com dilokasi tenun saat proses pembuatan sarung dan kain Karaja Lamboya, terlihat proses pembuatannya yang cukup rumit untuk dicermati. Namun terlihat mudah bagi Ibu Florentina di Desa Laboya Dete.
Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru"Ini asli Karaja Lamboya, mudah saja dalam proses pembuatannya, pertama kita tentukan motifnya dulu, setelah itu kita ikat untuk munculkan gambar melalui pewarna kain, selanjutnya tenun sudah (finalisasi produk)," ujarnya kepada Putraindonews.com disela kegiatannya, Selasa (17/10/23).
Berkat ukiran khas lokal yang indah ini, berdampak pula pada peningkatan ekonomi para pelaku usaha.
Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi Samudra"Lumayan banyak pesanan, ada yang pesan hanya sarung, ada yang kain saja dan ada yang satu paket untuk urusan adat, satu paket ini mencakup kain, sarung dan selendang. Dari hasil tenun sangat membantu kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak," jelasnya.
Ibu dari enak orang anak ini berharap agar kedepannya Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bisa memberikan perhatian kepada setiap pelaku usaha yang ada.
Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan Tahta"Kalau pemerintah mau peduli kami, masih banyak kendala yang kami alami. Alat tenun masih tradisional, jahit juga masih manual kami tidak bisa pakai mesin jahit karna tidak ada mesin, walaupun kami tidak bisa pakai tapi nantikan bisa diajarkan agar mudah kami jahit," harapnya.
Dikonfirmasi Putraindonews.com atas potensi lokal yang mengharumkan nama baik Sumba Barat ini, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade berjanji akan membantu kegelisahan para pelaku usaha melalui Diskoperindag.
Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara Gowa"Kita perlu apresiasi kain Lamboya sudah sangat menyebar luas dan terkenal. Bahkan sampai di Jakarat orang lebih kenal kain Lamboya untuk Sumba Barat. Terkait kain Lamboya ini merupakan suatu kebanggaan dan harus kita kembangkan. Selama ini sebagian pelaku usaha sudah difasiltasi melalui diskoperindag, kita berharap kedepannya semua pelaku usaha bisa dibantu secara merata melalui kelompok," tandas Bupati Yohanis Via Telepon. Red/Nov