Putraindonews.com, Blitar – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar akhirnya memberikan penjelasan terkait isu diamankannya salah satu petugas Damkar oleh jajaran Polres Blitar atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Blitar, Nurcholis mengaku hingga kini belum menerima pemberitahuan atau surat tembusan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum anggotanya tersebut.
Baca JugaGebrakan Kapolri Baru, 88 Pati Langsung DimutasiMenurut Nurcholis pertama kali mengetahui kabar penangkapan bukan dari kepolisian, melainkan dari laporan tetangga pegawai yang bersangkutan. Saat dipanggil dan dimintai keterangan oleh pimpinannya, oknum pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut membantah mengonsumsi sabu.
Oknum yang telah bekerja selama hampir tiga tahun tersebut mengklaim hasil tes urine di Polres menunjukkan hasil negatif sehingga ia dipulangkan dan dapat kembali berkantor seperti biasa.
Baca JugaFerry Irwandi Bagikan Momen Dirinya Dibuntuti Mobil MisteriusPihak Damkar pun meluruskan rumor penangkapan di kantor, menegaskan bahwa pegawai tersebut diamankan di kediamannya saat lepas dinas atau tidak dalam jadwal piket.
"Dari Pol PP dan Damkar sendiri belum tahu sebenarnya, karena dari Polres tidak ada surat resmi ke kami. Kami justru tahu dari tetangga yang bersangkutan. Begitu kami panggil, dia mengelak dan mengaku hasil tes urinenya negatif makanya dilepaskan," ujarnya pada Rabu (12/08/26).
Baca JugaDampak Asap Karhutla, Udara di Palangka Raya MemburukKetidakjelasan informasi resmi dari kepolisian sempat memicu kebingungan di internal Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar. Pasalnya, jika yang bersangkutan memang terbukti mengonsumsi narkoba, seharusnya ada prosedur hukum atau rehabilitasi resmi yang ditempuh, bukan sekadar dipulangkan.
Guna menjaga integritas kelembagaan dan memastikan lingkungan kerja bersih dari barang haram, pihak Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar berencana menggelar tes urine secara menyeluruh bagi seluruh personelnya.
Baca JugaTerus Kena Palak, Pedagang Sate Padang di Pondok Aren Pilih Pindah TempatLangkah preventif ini akan dilakukan dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN). Seluruh anggota, baik jajaran Damkar maupun Satpol PP, bakal diwajibkan mengikuti pemeriksaan tersebut tanpa terkecuali.
"Langkah selanjutnya, kami berencana melakukan tes urine untuk seluruh anggota, baik Damkar maupun Satpol PP, berkoordinasi dengan BNN," tegasnya.
Baca JugaGaya Hidup Disorot, Deputi II Bakom Ivan Triyono Mengundurkan DiriSebelumnya, seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Blitar Kota. Oknum pegawai Damkar Kabupaten Blitar itu ditangkap usai ketahuan mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
Saat ditangkap polisi tidak menemukan barang bukti sabu, namun oknum pegawai Damkar Kabupaten Blitar itu ketahuan positif narkoba usai dilakukan tes. Tak hanya itu, polisi juga menemukan alat hisab sabu yang dimiliki oleh pegawai Damkar Kabupaten Blitar.
Baca JugaMasinis KA Argo Bromo Ditetapkan Tersangka, Dirut KAI Pasang Badan"Tidak ada barang bukti sabu, tapi saat dilakukan tes pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu," ungkap IPTU Bambang Dwi Wahyono, Kasat Narkoba Polres Blitar Kota pada Selasa (11/8/2026).
Dari informasi yang digali oleh polisi, pelaku memang membeli sabu dari seorang pengedar. Sabu tersebut kemudian dikonsumsinya sendiri.
Baca JugaKapolri Suyudi Ternyata Dulu Sempat Ikut Ajang Cover Boy"Iya dikonsumsi sendiri, seminggu yang lau katanya," ungkapnya.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari pengembangan. Dari situ polisi mendapatkan informasi bahwa ada seorang petugas Damkar Kabupaten Blitar baru saja membeli narkoba jenis sabu.
Baca JugaSejumlah Dapur MBG Ditangguhkan hingga Terlilit Utang"Karena ada kewajiban bila dia benar seorang pengguna maka harus di rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) jadi kita serahkan ke sana sambil menunggu hasil rekomendasi dari BNN,"bebernya.
Red/ Rif