***
Putraindonews.com - Jakarta | Amerika Serikat (AS) melalui Konselor Departemen Luar Negeri Derek Chollet berjanji akan terus meningkatkan sanksi kepada junta militer Myanmar.
“Kami bertekad untuk terus meningkatkan tekanan terhadap junta dan membuat mereka makin sulit untuk mendapatkan sumber penghasilan yang mereka gunakan untuk membeli senjata yang memicu perang,” kata Chollet kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/3).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Untuk itu, Chollet mengatakan Washington akan terus bekerja sama dengan Indonesia dan ASEAN.
Menurutnya, Myanmar kini berada di jalur yang dapat membawa mereka menjadi negara gagal di Asia Tenggara.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaDia berujar, AS sejauh ini telah menjatuhkan sanksi terhadap 80 individu dan lebih dari 30 entitas di Myanmar.
“Kami akan terus memberikan sanksi tambahan,” ujar dia.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelChollet menyampaikan bahwa AS telah berbicara dengan Indonesia untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama guna membangun kembali peran kelompok oposisi pro-demokrasi di Myanmar demi terciptanya Myanmar yang demokratis.
Pada April 2021, ASEAN telah menyepakati rencana damai Konsensus Lima Poin, yang merupakan keputusan para pemimpin ASEAN setelah pertemuan khusus, yang juga dihadiri oleh pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, untuk membantu negara itu mengatasi krisis politiknya.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanKonsensus tersebut menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, serta menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Red/HS
***