Putraindonews.com, Jakarta - Jajaran TNI AU dan Japan Air Self-Defense Force (JASDF) menjalin kerja sama militer di bidang intelijen untuk meningkatkan pertahanan udara kedua negara.
Dalam siaran pers resmi TNI AU yang dikutip dari Antara, Rabu (27/11), dijelaskan bahwa kerja sama itu terjalin dalam pertemuan antara Asintel Kasau Marsda TNI Benedictus Benny dengan Saito Director Intelligence Division Operations and Intelligence Department Colonel Kanuzori di Jakarta, Rabu (27/11).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas beberapa topik di bidang intelijen dan pertahanan udara.
Pertemuan tersebut pun berlangsung hangat dan ditutup dengan pemberian pelakat antara masing-masing perwakilan negara.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaBenedictus berharap dengan adanya pertemuan ini, bidang intelijen TNI AU bisa semakin kuat dan mampu memperkuat pertahan udara negara.
Dia juga tidak menutup kemungkinan kerja sama ini akan berlanjut pada kolaborasi lain di bidang militer antara Indonesia dan Jepang.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSelain dari itu, pertemuan ini juga diharapkan dapat membangun hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Sebelumnya, TNI AU telah melakukan beragam upaya untuk meningkatkan kemampuan personel di bidang intelijen. Salah satunya dengan menggelar pelatihan khusus yang bertajuk "Pelatihan Dasar Process Exploitation and Dissemination (PED) TA 2024" untuk meningkatkan kemampuan intelijen udara para personel.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanKegiatan pelatihan itu digelar di Pusat Bahasa TNI AU Skuadron Pendidikan 505, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/11).
Dalam siaran pers resmi yang diterima Selasa, dijelaskan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam mendapatkan hingga mengelola data intelijen untuk kepentingan pertahanan negara.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi"Pelatihan ini memberikan bekal penting bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi dalam mengolah dan menginterpretasi data intelijen," kata Wakil Asisten Intelijen (Waasintel) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsma TNI Jumarto dalam siaran pers tersebut.
Jumarto melanjutkan, para peserta akan mendapatkan beragam materi dalam pelatihan tersebut, di antaranya pengenalan dasar intelijen udara, teknik pengumpulan data, interpretasi citra dan foto udara, hingga pengembangan produk intelijen yang dapat mendukung pengambilan keputusan strategis.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilMelalui pelatihan tersebut, Jumarto berharap personelnya mendapatkan ilmu tentang intelijen udara yang dapat diimplementasikan dalam misi yang berkaitan dengan keamanan negara. Red/HS