Putraindonews.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), mengancam akan menyerang dan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik milik Iran. Ultimatum itu dikeluarkan sebagai peringatan kepada Irandalam waktu 48 jam bila tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.
“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam sejak sekarang, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!” demikian tulis Trump di media sosial Truth Social miliknyna, Sabtu (22/3).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Diktip dari Xinua, Selat Hormuz merupakan jalur vital energi dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global. Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam seiring konflik antara AS-Israel, dengan Iran.
Adapun ultimatum Trump ini menandai eskalasi terbaru, hanya sehari setelah ia menyatakan Washington tengah mempertimbangkan untuk mengurangi operasi militer di Timur Tengah. Meski demikian, Trump tetap menolak opsi gencatan senjata antara Washington dengan Teheran.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China“Kami sangat dekat untuk mencapai tujuan kami, sambil mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militer besar kami di Timur Tengah,” kata Trump sebelumnya.
Menanggapi ancaman tersebut, markas militer utama Iran, Khatam al-Anbiya Central Headquarters, memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika infrastruktur energi mereka diserang.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelIran mengancam akan menargetkan fasilitas energi, teknologi informasi, hingga instalasi desalinasi milik AS dan Israel di wilayah tersebut. Red/HS