Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Uni Eropa Desak Israel Cabut Blokade Jalur Gaza

S Samsuddin • 03 May 2025 • 0 komentar
Uni Eropa Desak Israel Cabut Blokade Jalur Gaza

Putraindonews.com, Jakarta - Juru bicara Komisi Uni Eropa (EU) mendesak Israel agar segera mencabut blokade di Jalur Gaza dan memberikan izin masuk bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di sana.

"Kami kembali meminta Israel segera mencabut blokade agar bantuan kemanusiaan secara masif dapat memasuki seluruh wilayah Jalur Gaza," kata Anouar El Anouni dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, pada Jumat (2/5).

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Pihaknya juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang memburuk di Gaza.

"Kami sangat prihatin dengan berbagai laporan soal kondisi kemanusiaan bahwa pasokan makanan, yang sempat masuk selama gencatan senjata, kini mulai habis," katanya.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Menurut Anouni, EU memegang teguh prinsip bahwa bantuan kemanusiaan harus dapat menjangkau warga sipil yang membutuhkan, sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Serangan militer kembali telah dilancarkan Israel ke Gaza sejak 18 Maret lalu, yang meruntuhkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 19 Januari.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Sejak Oktober 2023, serangan-serangan Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 52.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi militernya di wilayah kantong Palestina itu. Red/HS

Bagikan berita:

Berita Terkait