Putraindonews.com, Jakarta – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus meningkat hingga pada Mei 2026 tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 444,4 miliar dolar AS atau setara Rp 7.999,2 triliun dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS.
Ini berarti ULN RI telah mencatatkan rekor tertinggi dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang tumbuh 2 persen sekitar 439,8 miliar dolar AS.
Baca JugaKetum APINDO: UMKM Perlu Perkuat Inovasi dan Kapasitas Kepemimpinan"Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah," ungkap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (15/7).
Menurut Denny, ULN publik tercatat tumbuh melambat. Posisi ULN pemerintah pada Mei 2026 sebesar 217,3 miliar dolar AS atau secara tahunan tumbuh 3,7 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada April 2026. Red/HS
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih