Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Warga Geruduk DPRD Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko Ijin Tak Lengkap

S Samsuddin • 10 Jun 2026 • 0 komentar
Warga Geruduk DPRD Rencana Pembangunan Farm Greenfields 3 di Doko Ijin Tak Lengkap

Putraindonews.com, Blitar – Keberadaan Faram Greenfields kembali mendapat kecaman warg masyarakat, belum kelar persoalan pencemaran lingkungan Greendfileds 2, perusahaan lagi berulah mengembangkan Greenfields 3, sehingga munai aksi protes terhadap rencana pembangunan peternakan sapi ketiga (Farm 3) milik PT Greenfields Indonesia di kawasan Telogo Gentong, Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, semakin kencang.

Warga menilai ekspansi usaha tersebut belum layak dilanjutkan sebelum berbagai persoalan lingkungan yang diduga berkaitan dengan operasional Farm 2 diselesaikan secara transparan dan tuntas.

Baca JugaSherly Tjoanda Harapkan Apindo Malut Berdampak Nyata

Gelombang protes terus mengemuka dalam audiensi di DPRD Kabupaten Blitar, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri warga Desa Sumber Urip, Gerakan Anak Nasional (GANNAS), aktivis lingkungan, serta sejumlah perwakilan masyarakat terdampak.

Masyarakat secara tegas meminta pemerintah tidak terburu-buru memberikan lampu hijau terhadap pembangunan Farm 3 sebelum melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai keluhan lingkungan yang selama ini muncul di sekitar Farm 2.

Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura Besakih

Aktivis lingkungan Blitar, Budi Kempes, menegaskan bahwa aspirasi warga tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, berbagai persoalan yang terus berulang harus menjadi perhatian serius sebelum perusahaan melakukan ekspansi baru.

"Jangan sampai masyarakat diminta menerima pembangunan baru sementara persoalan lama belum menemukan penyelesaian yang jelas. Keluhan yang terus berulang harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak," tegasnya.

Baca JugaKetum APINDO: UMKM Perlu Perkuat Inovasi dan Kapasitas Kepemimpinan

Sorotan utama dalam audiensi tertuju pada kondisi Sungai Genjong di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Warga mengaku telah lama mengeluhkan dugaan pencemaran sungai yang mereka kaitkan dengan aktivitas peternakan Farm 2 milik PT Greenfields Indonsia.

Sementara itu, Kepala Desa Ngadirenggo, Rizky Rendyana Firmansyah yang turut hadir dalam audiensi tersebut mengatakan persoalan tersebut telah menjadi pembahasan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan Jaya

"Keluhan terkait kondisi Sungai Genjong memang sudah lama disampaikan warga. Mereka menduga pencemaran berasal dari limbah kotoran sapi yang terkait dengan aktivitas peternakan Farm 2. Kondisi ini terus menjadi perhatian masyarakat," ujarnya.

Tak hanya soal sungai, warga juga mengeluhkan meningkatnya populasi serangga yang dikenal dengan sebutan "mrutu". Keberadaan serangga tersebut disebut semakin masif dalam beberapa tahun terakhir hingga mulai masuk ke kawasan permukiman warga.

Baca JugaSejumlah Pelari Nekat Terobos Pagar Cut-Off Point

"Dulu serangga itu tidak ada. Setelah peternakan beroperasi, masyarakat mulai mengeluhkan kemunculannya. Jumlahnya disebut semakin banyak seiring munculnya persoalan yang dikeluhkan warga terkait kondisi sungai," ujar Rizky menyampaikan keluhan masyarakat.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga tentang rencana pembangunan Farm 3. Mereka tentunya tidak ingin persoalan yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar Farm 2 kembali terulang di wilayah mereka.

Baca JugaJelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca

Ketua GANNAS, Joko Wiyono, menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait.

"Kami meminta suara masyarakat tidak diabaikan. Jika pembangunan Farm 3 tetap berjalan sementara berbagai keluhan lingkungan belum mendapatkan kejelasan penyelesaian, kami akan meminta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia turun melakukan peninjauan dan pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

Baca JugaInternet Global di Ambang Krisis

Ditempat yang sama, perwakilan PT Greenfields Indonesia, Heru, saat di konfirmasi awak media menyatakan bahwa seluruh penjelasan perusahaan telah disampaikan dalam forum audiensi tersebut.

Audiensi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari masyarakat. Warga berharap DPRD Kabupaten Blitar tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga mendorong langkah konkret, transparan, dan objektif untuk mengusut berbagai dugaan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Baca JugaRupiah Tergerus, Dolar Singapura hingga Ringgit Makin Malaysia Perkasa

Bagi warga, polemik ini bukan semata soal pembangunan peternakan baru. Mereka menginginkan kepastian bahwa investa. Red/Rif

Tags: #keberadaan faram greenfields #greenfields indonesia #telogo gentong #desa sumber urip #kecamatan doko

Bagikan berita:

Berita Terkait