Senator Sebut Proyek PSN di Banten Tidak Masalah Dilanjutkan

Putraindonews.com, Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai mengungkapkan bahwa lembaganya menyimpulkan sejauh ini Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pantai Indah Kosambi (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak masalah untuk dilanjutkan.

Berdasarkan hasil kunjungan tim dari DPD RI ke lokasi, dia menilai masyarakat sekitar lokasi PSN bahkan mendukung proyek tersebut. Polemik yang sempat muncul ke publik berapa waktu lalu, karena salah persepsi tentang PSN dan PIK 2.

“Karena pertama yang ribut di media ini bahwa ada masyarakat yang terzalimi, yang terintimidasi dan lain sebagainya, ternyata di sini tidak ada, sebab ini tanah negara yang dulunya bakau, hutan lindung,” kata Yorrys di Jakarta, Rabu (11/12).

BACA JUGA :   Bupati Oku Selatan Sambut Hangat Sinergitas IMO-Indonesia DPW Provinsi Sumatera Selatan

Dia menjelaskan bahwa PSN Tangerang Utara dan PIK 2 berbeda, namun dengan pengelola yang sama. Menurut Yorrys, hal tersebut membuat masyarakat salah persepsi.

“Memang begini, ini ada perbedaan orang menafsirkan antara proyek PIK dan PSN. PIK itu di luar, itu usaha bisnis, PSN ini di luar daripada PIK,” kata dia.

Pada prinsipnya, dia mengatakan DPD RI mendukung proyek strategis nasional itu. Menurutnya, PSN tersebut merupakan program pemerintah yang bertujuan mempercepat pembangunan, menciptakan lapangan kerja, serta memulihkan ekonomi nasional.

BACA JUGA :   Agenda Penting Nasional, Menko Polhukam ;  Pemilu dan DOB Papua Butuh Koordinasi yang Mantap

DPD RI pun, kata dia, memandang PSN tersebut perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat luas, sebagai bentuk partisipasi aktif bagi kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, dia meminta seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi segala rencana pembangunan yang telah ditetapkan oleh pengelola agar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“DPD wajib untuk mensukseskan bahwa mungkin kalau ada ini kan, kalau saya, pendapat pribadi, bahwa ada penafsiran yang keliru terhadap masyarakat yang memang mendominasi lahan yang milik PIK. Nah, kita tidak masuk ke situ,” katanya. Red/HS

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

error: Content is protected !!