ASATI “JELAJAH NEGRIKU” ; Sport Tourism Dan Pesona Songket Palembang

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Dikaruniainya sungai Musi yang merupakan salah satu sungai terlebar berikut bentangan Jembatan Ampera dan jalur LRT (pertama di Indonesia) yang menawan, sejarah dan budaya Sriwijaya melegenda bersama Songket Palembang adalah warisan leluhur peradaban dan kejayaan masa keemasan, kerajaan Maritim terbesar.

“Merupakan suatu keunggulan Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang dalam mempromosikan pariwisata”.

Paket-paket wisata dikemas menarik oleh para owner Biro Perjalanan Wisata sebagai Professional Sales Representative (PSR) produk pariwisata nasional tergabung dalam Konsorsium terbesar, ASATI (Assosiasi Sales Travel Indonesia) yang akan mempunyai nilai jual tersendiri.

Tidak cukup disitu, potensi dahsat lainnya adalah Jakabaring Sport City (JSC), “centre of Excellence Sport Tourism of Indonesia begitulah yang ditetapkan Kemenpar RI.” Ujar kepala dinas Pariwisata kota Palembang, Ir. KM. Isnaini Madani pada webinar yang diselenggarakan oleh ASATI dalam program Jelajah Negeriku, jalan-jalan ala ASATI yang kali ini mengekplorasi provinsi Sumatera Selatan dan ini adalah provinsi yang ke-8.

 

Adapun, dalam kegiatan ini mengambil tema Palembang Sport Tourism, hingga pesona Songket sebagai currency. Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Asisten 1 DR. H. Ahmad Najibmen, sebagai Keynote speaker dan mengucapan terima kasih kepada Asati atas terselenggaranya webinar yang luar biasa ini.

Tampil putra-putra daerah terbaik sebagai narasumber seperti Dr. H. Marzuki Alie, S.E., M.M. (Ketua DPR-RI periode 2009-2014) , Rizki Handayani Mustafa (Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Muddai Madang (Pelaku bisnis Pariwisata), Aufa Syahrial Sp, M.Sc (Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumsel),

Juga, Ir. KM Isnaini Madani (Kepala dinas Patiwisata kota Palembang), Zulkifli harahap (Direktur Politehnik Pariwisata Palembang), Bambang Supriyanto (Direktur Marketing PT. Jakabaring Sprort City), ILHAM (Pengrajin songket Palembang asli) dan ketua DPD ASATI Sumsel, Syarif Ali.

“Sport Tourism adalah pariwisata yang dipadukan dengan kagiatan olahraga atau bisa juga berolahraga sambil berwisata, yang diyakini akan banyak menyedot wisatawan (domestic maupun Mancanegara).” Jelas ketua umum ASATI, M. Syukri Machmud.

JSC adalah kawasan olahraga terbesar yang dimiliki, perhelatan olahraga berskala nasional dan internasional pernah digelar; PON 2004, Sea Games 2011 dan Asian Games 2018, yang paling terbaru Palembang Triathlon 2020.

Pada Mei 2021, akan diselenggarakannya Viva under 20. Dengan kawasan seluas 325 hektar ini mesti dijadikan destinasi bergengsi, mampu mendatangkan PAD, menghidupkan industri kreatif bahkan fasilitas LRT melengkapi kebutuhan para wisatawan menuju lokasi, terangnya.

Kemudian, menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), kegiatan yang dilakukan Asati ini sejalan dengan program kemenpar yang selalu menginspirasi dan memajukan sector Parekraf, pemulihan pariwisata, quality tourism dan ekonomi kreatif serta digitalisasi dan kedaulatan.

“Palembang Sport Tourism, hingga pesona Songket sebagai currency merupakan tema yang sangat specific dan bisa juga digarap seperti sepeda, golf dan jelajah sungai yang sekarang digemari milenial agar info ini diviralkan keluar hingga Palembang selalu diingat termasuk Inplementasi protocol kesehatan.” Tambah Kiki (Panggilan akrab Rizki Handayani).

Menurut kadispar kota Palembang kedepan akan menggarap wisata berbasis sungai agar dapat mengembalikan julukan Venisia dari Timur.

Adapun, Marzuki Ali menyayangkan kebanyakan pejabat sudah bicara langsung pergi sehingga tidak tau adanya keluhan dan masukan para pelaku wisata agar ketika mengambil keputusan bisa sinkron dengan maunya pasar.

Hal lain yang perlu diterapkan disetiap destinasi adanya story telling, “sehingga menarik dan membuat calon wisatawan penasaran untuk berkunjung.” Usul ketua DPR-RI periode 2009-2014 tersebut.

Songket Palembang ternyata menyimpan Pesona dan nilai investasi yang luar biasa karena menggunakan benang emas, dibuat dengan sangat teliti membutuhkan waktu tidak sebentar biasa dipakai oleh para bangsawan kerajaan Sriwijaya dan kini menjadi investasi bagi para kolektor karena merupakan currency.

Kunci kelangsungan songket Palembang asli adalah benang emas yang ternyata masih di inport dari Inggris dan Amerika.

Giat webinar kali ini juga dihadiri oleh sosok warga Malaysia yang sangat cinta bangsa Melayu yang inginkan agar semua raja dan sultan Melayu memakai dan mengkoleksi songket Palembang dan kualitas prima yang selektif dan limited edisi. Red/yfi