Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Di Tengah Gemuruh Millennial Bela Negara, IKJ Buktikan Lewat "Daun Yang Merekah"

W Wedha • 13 Aug 2026 • 0 komentar
Di Tengah Gemuruh Millennial Bela Negara, IKJ Buktikan Lewat "Daun Yang Merekah"
Malam Anugerah JMFF 2026. (Gus Wedha/Putraindonews)

Putraindonews.com, Jakarta - Apa yang terjadi ketika ratusan anak muda dari Jawa sampai Bali diberi satu panggung yang sama untuk bercerita tentang Indonesia?  Jawabannya ada di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Rabu malam, 12 Agustus 2026.

Di sanalah Malam Anugerah Jakarta Millenial Film Festival (JMFF) 2026 ditutup dengan meriah. Lebih dari 1000 undangan memadati kursi. Ada pelajar, ada sineas muda, ada pegiat seni, ada juga nama-nama besar perfilman nasional yang datang memberi dukungan.

Baca JugaPuji Rahayu Soroti Tantangan Pelestarian Batik di Era Serba Instan

Tahun ini JMFF tidak hanya bicara soal lomba. Dengan mengusung tema "MILLENIAL BELA NEGARA", festival ini ingin bertanya: bagaimana generasi milenial dan Gen-Z hari ini memaknai cinta tanah air lewat layar? 

Dan jawabannya beragam. Ada yang getir, ada yang puitis, ada yang penuh kejutan.

Baca JugaRafty Raf Band Suguhkan Lagu Akustik Sendu Lewat “Cinta Dia & Dirimu”

IKJ Juara Umum Lewat Karya Puitis

Dari 125 film yang mendaftar, disaring jadi 40 film pilihan, lalu 20 nominasi. Persaingannya ketat. Tapi malam itu, nama Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang paling banyak disebut.

Lewat film "Daun Yang Merekah", IKJ berhasil membawa pulang 2 piala paling bergengsi: *Film Terbaik dan Sinematografi Terbaik. 

Baca JugaDari Banjarmasin Menuju Palangkaraya, My One Band Lanjutkan Tour Konser Borneo

Pertanyaannya kemudian muncul: apa yang membuat "Daun Yang Merekah" berbeda? Mungkin karena film ini berani pelan. Berani diam. Berani memperlihatkan kerentanan manusia dan alam dalam satu frame. Dan juri sepertinya sepakat, itu layak jadi representasi terbaik tahun ini.

Sementara piala Sutradara Terbaik jatuh ke tangan film "Echoes". Lalu ada "Di Balik Kotak Kenangan" untuk Skenario Terbaik, "Jenab" untuk Pemeran Utama Terbaik, dan "Isyarat Hati" yang dinobatkan sebagai Film Favorit pilihan penonton.

Baca JugaMuncul di Indonesian Television Awards, Alisha Syauqina Gunawan Dikaitkan dengan Management Artis Ternama

Trofi bergilir Jaya Center Award 2026 juga diserahkan sebagai simbol prestasi tertinggi festival.

Workshop Dulu, Baru Kompetisi

Sebelum lampu sorot menyala di malam anugerah, JMFF 2026 sudah lebih dulu turun ke lapangan. Sejak Juni 2026, workshop film pendek digelar di GOR Jakarta Timur. 

Baca JugaMusisi Senior Doddy Katamsi Dirawat di RS Depok

Di sana para peserta tidak hanya belajar teknik. Mereka belajar bertanya: mau cerita apa? untuk siapa? dan kenapa harus sekarang? 

Materi mulai dari dasar sinematografi, menulis skenario, sampai manajemen produksi dibagikan. Tujuannya satu: melahirkan sineas yang tidak hanya bisa bikin film, tapi juga paham tanggung jawabnya bercerita.

Baca JugaMy One Band Bawa 10 Lagu Andalan di Mini Tour Konser Borneo Banjarmasin

"Negara Harus Hadir Lewat Panggung Apresiasi"

Ketua Panitia JMFF 2026, Budi Mulyawan, SH, dalam sambutannya melemparkan pesan yang cukup menohok.

“JMFF hadir untuk menjaring potensi talenta muda dan memperkuat ekosistem perfilman nasional. Kami ingin melahirkan sineas muda yang berkarakter dan punya keberanian bercerita tentang Indonesia,” ujarnya.

Baca JugaSappo'na Sumange' Mabali, Karya Didin Marlin yang Lahir dari Ingatan dan Bunyi

Lalu ia melanjutkan dengan satu kalimat kunci: 
“Negara harus hadir. Bukan hanya lewat regulasi, tapi juga lewat panggung apresiasi seperti JMFF ini.”

Sebuah pertanyaan besar memang. Jika ekosistem ingin kuat, siapa yang akan menopangnya? JMFF 2026 menjawab: kolaborasi. Jaya Center Foundation, KFT Indonesia, Pemprov Jakarta, Bank DKI, dan Kementerian Ekraf hadir bersama.

Baca JugaNetflix Resmi Hadirkan Film Dokumenter Pembunuhan Brigadir J

Lalu, Setelah Ini?

JMFF 2026 selesai. Tapi pertanyaannya belum. Ke mana 20 film nominasi ini akan melangkah? Apakah "Daun Yang Merekah" akan melaju ke festival yang lebih besar? Dan yang paling penting: berapa banyak lagi "Daun Yang Merekah" lain yang sedang ditulis di kamar kos mahasiswa di Jawa dan Bali malam ini?

Dengan semangat kolaborasi itu, JMFF 2026 berharap bisa jadi batu loncatan. Bukan garis finish. 

Baca JugaAndre Taulany Resmi Menikah dengan Amanda Rigby

Karena cerita tentang Indonesia, masih panjang. Dan butuh lebih banyak tangan muda untuk merekamnya. Red/GW

Bagikan berita:

Berita Terkait