Putraindonews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terus tertekan di tengah menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat.
Rupiah bahkan tercatat sempat berada di level Rp18.083 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/7) sore.
Baca JugaTaksi Listrik Hijau Kecelakaan Diduga Tabrak PembatasMata uang negara Indonesia itu melemah 74 poin atau 0,41 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah selaras dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Yuan China turun 0,04 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,15 persen, serta yen Jepang turun 0,06 persen.
Baca JugaRibuan Pelajar di Jayawijaya Gelar Aksi Tolak MBGSementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru mengalami penguatan terhadap dolar AS.
Peso Filipina terapresiasi 0,08 persen, won Korea Selatan naik 0,29 persen, sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.
Baca JugaInstitut Amalia Bogor Matangkan Persiapan Hadapi SDGs 2030, Hadirkan Prof. Indira Santi Sebagai Keynote SpeakerDi sisi lain, pergerakan mata uang utama negara maju juga bervariasi. Euro Eropa naik 0,01 persen, poundsterling Inggris menguat 0,08 persen, dan dolar Kanada terapresiasi 0,08 persen. Red/HS