PUTRAINDONEWS.COM
JAKARTA |Â Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak pemkab-pemkab se-Indonesia untuk mempercepat refocusing dan realokasi APBD 2020 guna mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan wabah virus corona (Covid-19).
Pergeseran anggaran dilakukan terhadap antara lain Dana Insentif Daerah, Dana Alokasi Khusus, perjalanan dinas, Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT), dan sebagainya.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineKetua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas mengatakan, saat ini sebenarnya sudah semakin banyak pemkab yang telah merampungkan refocusing dan realokasi APBD 2020 untuk penanganan Covid-19.
Ada tiga kluster refocusing dan realokasi APBD, yaitu pembiayaan sektor kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan dampak ekonomi.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakatâ€Secara umum, sebagian besar pemkab sudah refocusing dan realokasi APBD, sudah satu visi dengan pemerintah pusat untuk menangani Covid-19.
Untuk aspek kesehatan, refocusing dan realokasi bisa dikatakan sudah hampir semua daerah. Namun, memang ada beberapa yang butuh pendataan lebih detil terkait jaring pengaman sosial dan pemulihan dampak ekonomi,†ujarnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatAnas mencontohkan, untuk jaring pengaman sosial, butuh waktu pendataan karena data bersifat dinamis mengingat ada warga yang sebelumnya tak masuk sasaran bantuan, kini menjadi keluarga miskin karena kepala keluarganya di-PHK.
â€Belum lagi daerah masih harus input data dari jumlah pemudik yang kembali ke kampung, dan mereka juga butuh jaring pengaman sosial. Semua bupati sedang bekerja total untuk itu,†ujar Anas.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanAdapun terkait pemulihan dampak ekonomi, sebagian besar pemkab juga telah melakukan refocusing dan realokasi.
Namun, ada yang memang masih butuh waktu mengingat perlu kalkulasi yang tepat menyesuaikan dengan kapasitas fiskal masing-masing daerah. Belum lagi pembatalan lelang proyek-proyek yang tetap membutuhkan waktu.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutlaâ€Semua bupati saya kira spiritnya sama, yaitu agar refocusing dan realokasi ini cepat, sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa kita tidak bisa business as usual dalam situasi saat ini.
Jadi Apkasi terus mengajak teman-teman pemkab menuntaskan ini sesegera mungkin,†ujar Anas.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik UangTerkait ruang fiskal sejumlah daerah yang mungkin sempit, lanjut Anas, perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar mendapat intervensi yang diperlukan.
Bupati Serdang Bedagai (Sumatera Utara) Soekirman mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dana Rp15 miliar untuk Gugus Tugas Covid-19. Ada pula tambahan biaya tak terduga Rp500 juta.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoâ€Refocusing dan realokasi sudah kami lakukan. Kami prioritaskan pada sektor kesehatan sebagai garis depan penanganan, baik untuk pembelian APD, ruang isolasi, dan sebagainya.
Baru kemudian kita arahkan ke social safety net utk membantu warga yang terdampak,†ujar Soekirman.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Pemkab Serang telah melakukan tindakan konkrit dengan merealokasi anggaran dari perjalanan dinas, belanja barang dan jasa, anggaran peringatan hari besar, dan sebagian dari kegiatan modal dan dari dana bantuan provinsi.
â€Kami melakukan refocusing anggaran 60 M untuk peningkatan kesehatan, penanganan masalah sosial, dan pemulihan ekonomi untuk dunia usaha dan UMKM. Jadi kami sudah bergerak satu visi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,†ujar Ratu.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke JakartaBupati Mempawah (Kalbar) Erlina menambahkan, pihaknya telah mengambil tindakan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona sampai ke daerahnya.
Meski Kabupaten Mempawah masih zona hijau alias belum ada yang terinfeksi virus corona, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan. â€Kami akan lakukan penambahan anggaran atas dasar Permendari, surat edaran Mendagri, dan instruksi Mendagri,†ujar Erlina. RED/PUR
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa Semen