Putraindonews.com, Krui - Ikatan Media Online (IMO) Indonesia melalui organisasi sayapnya, Dayung Serunting, mulai melakukan monitoring garis pantai barat Sumatera, mulai Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung hingga Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026) pagi.
Monitoring --dilanjutkan penyisiran pantai melalui darat-- sepanjang 1.847 kilometer itu seiring keputusan Badan SAR Nasional (Basarnas) memperluas zona Search And Rescue (SAR) Selat Sunda hingga ke Pulau Enggano, Bengkulu.
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaLebih 100 anggota muda Dayung Serunting dikerahkan dalam misi SAR partisipatif ini hingga tiga hari ke depan.
Mereka ditugasi mendorong partisipasi potensi SAR —nelayan, warga sekitar pantai, dan aparat berkompeten— di wilayah masing-masing sepanjang garis pantai tersebut untuk mengawasi pantai terdekat guna menemukan indikasi keberadaan survivor.
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang"Berdasarkan SAR Mapping, Basaras memperluas zona pencarian. Kami yang tidak memiliki fasilitas perairan memadai tetap akan berpartisipasi dari darat wilayah masing-masing. Pantai itu perlu dicek, kita coba ikhtiar," kata Ketua Tim Relawan Dayung Serunting, Tan Ersanius, saat monitoring di Pantai Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (16/9/2026).
Dia menyebutkan, untuk melakukan monitoring pada garis pantai sepanjang itu butuh sumber daya lumayan besar, apalagi kalau harus melakukan penyisiran di zona tertentu.
Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpoSebab itu, kata Ersan, pihaknya mengimbau para potensi SAR lokal untuk berpartisipasi di tempatnya masing-masing agar tugas Tim SAR lebih ringan.
"Informasi tentang identitas, ciri spesifik para survivor, serta barang-barang yang kemungkinan berada bersama mereka saat berada di atas speedboat sudah kami sampaikan kepada relawan, dan akan diteruskan kepada potensi SAR di daerah," ungkapnya.
Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026Waketum IMO-Indonesia itu menyebutkan, hari ini Dayung Serunting juga berpartisipasi dalam penyisiran dari darat di Pulau Enggano, tepatnya dari Malakoni hingga Banjarsari, bersama warga sekitar.
"Salah satu media anggota IMO-Indonesia (revolver.id) berkantor di Apoho, tidak jauh dari pelabuhan. Di situ menjadi titik kumpul para relawan Dayung Serunting yang akan membantu SAR Enggano saat ini," jelasnya.
Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke JakartaErsan menyatakan, setelah mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Kantor Basarnas Bengkulu, pihaknya akan mengirim bantuan personel teknis tambahan ke pulau terdepan dan terluar (PPKT) itu dalam 1-2 hari ke depan.
"Rekan-rekan dari Basarnas Bengkulu akan menyeberang dari Pelabuhan Pulau Baii ke Enggano menggunakan KMP Pulo Tello besok (Kamis-red) pagi, mereka akan bawa RIB (Rigid Infatable Boat) untuk dukung pencarian di perairan. Sebisanya, kami akan susulkan bantuan teknis," bebernya.
Baca JugaDukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0808/15 Gandusari Dampingi Petani Panen Cabai Di Desa SemenSelain itu, sambung Ersan, 11 relawan SAR Dayung Serunting yang sudah bergabung dengan Tim SAR gabungan di Lampung sejak beberapa hari lalu tetap akan menjalankan tugasnya di tempat itu.
"Perluasan zona SAR tidak mengurangi peran Dayung Serunting di sekitar lokasi awal hilangnya lima jurnalis dan tiga kru Arupa Datu 1 di Selat Sunda," pungkasnya.
Baca JugaMutasi Besar-Besaran Sejumlah Perwira Polri di Tengah Isu Penangkapan par JenderalTerpisah, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail mengapresiasi komitmen Dayung Serunting mengemban amanat organisasi untuk tetap hadir di tengah musibah insan pers yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik di Selat Sunda tersebut.
Lebih dari itu, dia menyatakan IMO-Indonesia dan Dayung Serunting akan terus membersamai upaya pencarian delapan survivor sesuai kemampuan internal. Red/HS
Baca JugaYusril Sebut Prabowo Tahu Disadap atas Laporan Kapolri Suyudi