Putraindonews.com, Jakarta – Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Akibat bencana tersebut, korban jiwa terus bertambah. Hingga Jumat (28/8) pagi, korban terus bertambah menjadi 392 orang. Sebanyak 1.400 orang juga dilaporkan belum ditemukan.
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main JudiJuru bicara kepolisian Nepal Abi Narayan Kafle kepada Reuters menyatakan bahwa jumlah korban jiwa masih dapat terus bertambah seiring upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.
Berdasarkan catatan pemerintah Nepal, sejumlah besar warga negara asing termasuk di antara korban hilang.
Baca JugaDonald Trump Jadi Bahan Olokan di Iran, Terpenjara di Papan ReklameWarga negara India adalah yang paling terdampak, dengan 288 orang tercatat tak bisa dikontak, demikian menurut Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar. Red/HS