Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

BANJIR KABUPATEN GARUT, Dua Puluh Desa Terdampak

S Samsuddin • 15 Oct 2020 • 0 komentar
BANJIR KABUPATEN GARUT, Dua Puluh Desa Terdampak

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Dua puluh desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cipalebuh dan Cikaso Pameungpeuk. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin lalu (12/10), pukul 04.30 waktu setempat. Banjir telah surut di wilayah terdampak namun menyisakan material lumpur.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut per hari ini, Rabu (14/10), pukul 16.30 WIB, Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong. Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Berikut sebaran desa yang terdampak di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Wilayah desa yang terdampak di Kecamatan Pameungpeuk antara lain ;

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

- Desa Mancagahar,

- Desa Mandalakasih,

- Desa Jatimulya,

- Desa Pameungpeuk,

- Desa Sinarbakti,

- Desa Bojongkidul,

Desa Paas dan

Desa Bojong Kaler.

Desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni ;

- Desa Pamalayan,

- Desa Cikelet,

- Desa Cigadog,

- Desa Linggamanik dan

- Desa Pamalayan

Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu ;

- Desa Karyamukti,

- Desa Karyasari,

- Desa Najaten,

- Desa Mekarwangi,

- Desa Mekarsari,

- Desa Sagara dan

- Desa Mekarmukti.

Data penyintas hingga hari ini berjumlah 238 KK, sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Adapun, untuk hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Kondisi cuaca pada sore tadi, sekitar pukul 16.30 WIB, tampak cerah berawan. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofiska (BMKG), dua hari ke depan, 15-16 Oktober 2020, wilayah Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, berdasarkan Info BMKG di tiga kecamatan tersebut cuaca terpantau cerah hingga hujan ringan untuk dua hari ke depan.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Memasuki musim penghujan dan potensi cuaca ekstrem yang dipicu fenomena La Nina, masyarakat diimbau waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

BNPB dan BPBD mendorong kesiapsiagaan di tingkat keluarga untuk mengenali dan mengidentifikasi bahaya di sekitar sehingga risiko dapat dikurangi.

Baca JugaAntisipasi Pengamanan, Sebanyak 20 Ribu Lebih Pasukan Dikerahkan ke Jakarta

Kabupaten Garut termasuk wilayah dengan kategori kelas sedang hingga tinggi untuk bahay banjir. Sekitar 30 kecamatan teridentifikasi pada kategori tersebut dengan jumlah potensi populasi terpapar mencapai 209.139 jiwa. Red/Ben

Bagikan berita:

Berita Terkait