Putraindonews.com, Jakarta – Sikap berani ditujukkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyikapi aksi penangkapan yang dilakukan Amerika Serikat di bawah perintah Presiden Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Anwar Ibrahim dengan berani mendesak Trump agar segera membebaskan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya yang ditangkap dalam sebuah operasi militer pada Sabtu (3/1).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Dalam keterangan yang disampaikannya di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (4/1), Anwar menyebut, penangkapan terhadap Maduro adalah sebuah pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional.
“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya telah ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang berskala besar dan tidak lazim,” ungkapnya.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya,” tambahnya.
Menurutnya, tidak ada alasan yg bisa dibenarkan terhadap tindaka penggulingan secara paksa oleh suatu pihak terhadap pihak lain, dalam hal ini seorang kepala pemerintahan yang menjabat scara sah.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelIa juga menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan AS baru-baru ini merupakan ancaman nyata atas kedaulatan sebuah negara sekaligus melemahkan kerangka hukum yang menopang tatanan internasional.
“Merupakan hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan kepemimpinan secara tiba-tiba yang dipaksakan melalui kekuatan eksternal justru akan membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat, terlebih di sebuah negara yang telah lama bergulat dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam,” katanya. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman