Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Wilayah Perairan Daerah Kepulauan

S Samsuddin • 11 Jul 2024 • 0 komentar
BMKG Peringatkan Adanya Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Wilayah Perairan Daerah Kepulauan

Putraindonews.com, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga agar mewaspadai tinggi gelombang 2,5 meter di wilayah perairan daerah kepulauan dan sekitarnya.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D Aror di Manado, Kamis (11/7).

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Dia mengatakan, pada umumnya angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan antara 8 - 25 knot.

Tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter (moderate) tersebut diperkirakan terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro dan perairan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Selanjutnya, wilayah perairan selatan Sulawesi Utara, perairan Bitung - Likupang serta Laut Maluku.

"Kami berharap memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran," ujarnya.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Perahu nelayan misalkan, memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter).

Selanjutnya, kapal Feri memperhatikan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal berukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dengan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini diharapkan mempertimbangkan kondisi tersebut," ajak Ricky. Red/Umar

Bagikan berita:

Berita Terkait