Putraindonews.com, Jakarta - Momen tak terduga mewarnai percakapan antara siswa SMA dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Dalam sebuah obrolan ringan tampak sang bocah kekeh ingin kegiatan wisuda tetap diadakan, namun hal itu justru dibantah oleh KDM.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineMelansir dari TribunnewsBogor.com, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan respons tajam terhadap kritik yang dilontarkan oleh Aura Cinta, salah satu korban penggusuran di Cikarang, Bekasi.
Aura, calon mahasiswa Universitas Indonesia, mempertanyakan kebijakan Dedi Mulyadi yang melarang kegiatan study tour dan acara perpisahan sekolah.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatDengan tegas, Aura Cinta tetap meminta agar larangan tersebut dicabut sehingga acara perpisahan sekolah tetap bisa dilaksanakan. Bahkan, permintaan itu mendapat dukungan dari ibunya.
"Ibu rumah aja gak punya," kata Dedi Mulyadi.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat"Tapi saya demi anak gak apa-apa," kata ibu Aura. Red/SG