Putraindonews.com, Jakarta - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merespons laporan terbaru Dewan Gubernur Bank Indonesia yang membeberkan kondisi perekonomian terkini.
Berdasarkan laporan tersebut, Sekretaris BSKDN Noudy R P Tendean mengatakan pihaknya akan segera menyusun rumusan strategi kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi nasional dan global.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat"Saat ini dinamika ekonomi keuangan global berubah cepat sehingga risiko dan ketidakpastian meningkat, ini menjadi ancaman bagi negara berkembang termasuk Indonesia," kata Noudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/6).
Lebih jauh, kata dia, berdasarkan laporan Dewan Gubernur BI, kondisi ekonomi terkini juga menggambarkan angka inflasi yang cukup fluktuatif khususnya pada sektor volatile food atau bahan makanan.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatTidak hanya itu, perekonomian saat ini juga diwarnai dengan naiknya BI Rate menjadi 6,25 persen, upaya ini bertujuan menjaga tekanan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang tertekan hingga Rp16.000 per Dollar AS.
"Kondisi ini memerlukan kebijakan yang kuat untuk memitigasi dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia dan meningkatnya inflasi harga bahan makanan yang berdampak signifikan terhadap daerah di Indonesia," jelasnya.
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya TriliunanDi lain sisi, Noudy juga mengkhawatirkan kenaikan BI Rate akan dirasakan langsung oleh pelaku ritel dan pemerintah daerah (pemda) hingga berujung menurunnya minat investasi swasta, pendapatan pajak berkurang, pertumbuhan Unit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Lalu, menurun dan meningkatnya pembiayaan daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan KarhutlaMaka dari itu, dia mengungkapkan penyelenggaraan seminar ini akan membawa pengetahuan baru bagi daerah untuk menyikapi kondisi perekonomian global saat ini.
"(Melalui seminar ini) kami harap dapat terumuskan strategi yang tepat dalam pembangunan ekonomi daerah yang resiliensi dan mampu beradaptasi terhadap kondisi nasional dan global serta mampu menekan laju inflasi," ujar Noudy. Red/HS
Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang