Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

BURUAN SAE Serta Sinergitas Luar Biasa Antar Warga Dengan Kang Pisman

S Samsuddin • 01 Dec 2020 • 0 komentar
BURUAN SAE Serta Sinergitas Luar Biasa Antar Warga Dengan Kang Pisman
PUTRAINDONEWS.COM

BANDUNG - JABAR | Kang Pisman dan Buruan Sae termasuk program dari Pemkot Bandung yang pengerjaan proyek lewat beberapa dinas seperti DLHK, Dispangtan, DPKP3 dan dinas keterkaitan lainnya seperti DPU dan UMKM.

Sebenarnya jika Pemkot Bandung dan SKPD serta dinas-dinas terkait sinergi dan kolaborasinya terus dilakukan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan menambah dan merambah pada sektor ekonomi dan pemberdayaan lebih luas dan kompleks.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Namun penyisiran tempat atau wilayah percontohan yang ada di tiap kelurahan hingga RW kurang dikatrol dan dikontrol, artinya ada penyuplai pendanaan yang tidak pas bahkan terkesan salah sasaran alias jauh dari capaian target.

Yang dijadikan tempat Kang Pisman pun luput dari pemberitaan media dan sakan sengaja disepikan ke publik artinya harusnya didorong dengan ekspos besar-besaran malah pakum.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Media menemukan rujukan yang pas sebagai tempat rujukan percontohan bahwa Kang Pisman dan Buruan Sae bersinergi dan berkolaborasi ditemukan di daerah Banjarsari RW 9 Antapani Tengah, Antapani, Bandung.

Doddy Iryana, ketua RW 19 Anteng mengungkapkan bahwa Kang Pisman sudah berjalan 1 tahun yang awalnya mandiri dibentuk hingga baru 5 bulan ada bantuan pendampingan serta ada perhatian peralatan perkakas dari DLHK dan Dispangtan.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"Di RW 19 Anteng ini ada kolaborasi antara DLHK dan Dispangtan yang secara tidak langsung membantu DPKP3 masalah penataan pertamanan," ungkap Doddy di Lapang Jasmin, Banjarsari RT 3 RW 19 Anteng, Antapani, Bandung, Selasa (1/12/2020).

"Dimana kompos, media tanam dan pupuk organik untuk kebutuhan Buruan Sae yang ada disini," tambahnya.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Alhamdulillah dengan Kang Pisman ini jadi motivasi untuk membuat mesin pencacah sampah kompos yang senilai 3,5juta dengan menggunakan dinamo listrik.

"Kami disini mengolah sampah organik dan anorganik,' tandasnya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

Sementara itu, Yayan, pendampingan dari DLHK menuturkan bahwa lokasi ini patut jadi percontohan untuk wilayah yang lainnya karena sudah terjalin kerjasama yang solid antar warga dan sudah berjalan dengan terbiasa dan tersendirinya.

"Sampah organik dari warga secara rutin dua kali sehari sudah terkumpul secara kontinuitas sehingga produk hasil kang Pisman berlangsung dengan baik," ujar Yayan.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

"Jika terjalin kerjasama, sinergitas serta kolaborasi dengan baik dan kontinuitas maka program Kang Pisman dan Buruan Sae pun terwujud nyata, pemerintah tinggal meng-endorse dan mengimplementasikan hingga percontahan ini untuk didukung, dikelola, dimanajemen dengan baik," tuturnya.

Yayan menjelaskan lebih lanjut bahwa hanya disini ada penyusunan manajemen dimana struktur organisasi dibentuk.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

"Ada divisi komposter, divisi Kerajinan, divisi perkebunan dan pertamanan, Buruan Sae," kata Yayan.

Dan Yayan memaparkan bahwa Buruan Sae selain dilakukan di sebagian rumah warga juga ada di masjid Al Barokah di RT1 RW 19.

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

"Buruan Sae disini ditanami juga ragam tanaman dan PBB (Pohon Berbunga dan Berbuah), tanaman apotek hidup, sayuran dan umbi-umbian serta tanaman hias disepanjang pagar dan halaman masjid Al Barokah," tandasnya. Red/IWnaruna

Bagikan berita:

Berita Terkait