Putraindonews.com - Kaltim | Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak para petani menggunakan cara alami untuk mengendalikan hama tanaman sebagai pengganti penggunaan pestisida.
Kepala UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Disbun Kaltim Sopian menjelaskan kepada para petani, di Desa Karang Jenawi, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara terkait penggunaan agen pengendali hayati dengan memanfaatkan mahkluk hidup di sekitar perkebunan.
Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media OnlineIa mengungkapkan sejumlah binatang, seperti predator parasitoid, patogen serangga, antagonis patogen tumbuhan bisa dimanfaatkan untuk pengendali organisme pengganggu tanaman perkebunan.
"Saat ini masih banyak petani kebun yang menggunakan pestisida sintetis dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT)," kata Sopian saat memberikan pelatihan kepada para petani di Penajam Paser Utara dalam keterangan yang diterima, Senin (12/6).
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatPadahal, kata Sopian, penggunaan bahan kimia tersebut selain membutuhkan biaya lumayan, juga mengakibatkan timbulnya beberapa masalah yang kurang menguntungkan, di antaranya timbul resistensi terhadap tanaman dan pencemaran lingkungan.
"Kami sarankan kepada para petani untuk lebih bijaksana dalam pengendalian OPT, yakni dengan menggunakan musuh alami atau dengan istilah agen hayati, karena dengan biaya yang murah namun tidak menimbulkan dampak pada lahan," kata Sopian. Red/RZ
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat