Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

CEGAH STUNTING, Komunitas Lembur Tohaga Lodaya Bentuk TANGINAS

S Samsuddin • 18 Oct 2020 • 0 komentar
CEGAH STUNTING, Komunitas Lembur Tohaga Lodaya Bentuk TANGINAS
PUTRAINDONEWS.COM

BANDUNG - JABAR |  Dalam upaya mencegah stunting, Kelurahan Kebon Gedang, Kecamatan Batununggal membentuk Komunitas Tanginas (Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat) Lembur Tohaga Lodaya Sabtu 17 Oktober 2020.

Kelurahan Kebon Gedang juga membentuk Komunitas Lembur Tohaga Lodaya dengan jargon Bontang Ngahiji dengan mengusung tema kuat dan kokoh dalam setiap komunitasnya. Kuat dan kokoh dalam bidang iman, imun, dan aman.

Baca JugaResmikan Sekretariat "Rumah Besar", IMO-Indonesia Uji Coba Aplikasi AdS Media Online

Menurut Lurah Kebon Gedang, Yusuf Firmansyah, ada filosofi dari iman, imun, dan aman.

"Iman yang dimaksud adalah syiar melalui pemuka agama setempat tentang bahayanya pandemi Covid-19," katanya di sela-sela peresmian.

Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi Masyarakat

Yusuf menjelaskan, menguatkan imun masyarakat melalui 4 komunitas senam di 8 RW, 1 komunitas sepeda, dan 1 komunitas bulu tangkis serta Ibu PKK selalu menyediakan pangan yang sehat dalam peningkatan imun tubuh masyarakat sekitar.

Kuat dalam bidang aman, Kelurahan Kebon Gedang memiliki program beas perelek yakni program pengumpulan beras hasil subsidi masyarakat dan LPM sekitar untuk di sebarluaskan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

"Beas perelek ini adalah program dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Hajjah Siti Muntamah Oded yang biasa disapa Ummi meresmikan Komunitas Tanginas di Louncing Komunitas Lembur Tohaga Lodaya mengatakan, Indonesia adalah penyumbang manusia pendek ketiga terbesar di dunia.

Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan

Manusia pendek merupakan manusia yang memiliki keterbatasan kognitif yang pendek dengan kondisi perkembangan otak yang tidak maksimal.

Hal ini disebabkan oleh pada masa awal pertumbuhan anak dalam 1.000 hari pertama hingga dua tahun usia anak tidak mendapatkan gizi yang cukup untuk pengembangan otaknya.

Baca JugaDua Prajurit TNI Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla

"1000 hari pertama adalah waktu terpenting bagi seluruh tumbuh kembang manusia. Di masa itulah 90 persen terjadi perkembangan dari otak manusia. Dan 10 persen terjadi di usia dua tahun ke atas," jelas Ummi.

“Untuk itu, perhatian kepada 1.000 hari pertama ini menjadi catatan terpenting bagi semua masyarakat Indonesia. Semua dari kita harus menyelamatkan generasi yang akan datang dengan perkembangan otak yang optimal,” imbuh Ummi.

Baca JugaMNC Bank Angkat Bicara Soal Nasabah Susah Tarik Uang

Menurut Ummi, melalui Bandung Tanginas ini memberikan intervensi gizi spesifik melalui pangan aman yang sehat kepada 5.811 Ibu Hamil di Kota Bandung.

Selain ibu hamil, ada 50.000 jumlah balita rawan stunting di Kota Bandung yang harus diselamatkan.

Baca JugaRicuh Penolakan Konser Andrea Bocelli di JIExpo

Terdata masih terdapat 8.211 kasus stunting di Kota Bandung pada usia balita, 8.711 di usia baduta. Termasuk ada 54 anak di Kelurahan Kebon Gedang ini yang masuk dalam kasus stunting.

"Dengan Lembur Tohaga Lodaya ini akan mengentaskan kasus stunting di Kelurahan Kebon Gedang," pungkasnya. Red/IWnaruna

Baca JugaHadapi Cuaca Ekstrem, Polres Blitar Kota Gelar Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026

Bagikan berita:

Berita Terkait