Putraindonews.com, Jakarta – Fenomena menarik kini muncul di Negeri Tirai Bambu, di mana sejumlah kalangan super kaya alias crazy rich asal China dilaporkan memindahkan basis parkir jet pribadi ke luar negeri, seperti Jepang dan Singapura.
Hal tersebut dengan maksud menghindari birokrasi penerbangan yang semakin ketat di negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua dunia tersebut.
Baca JugaHari Fraksi Jadikan Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Lebih Maksimal Serap Aspirasi MasyarakatPergeseran ini terungkap dari data industri yang menunjukkan penurunan kepemilikan pesawat pribadi di China daratan serta perubahan pola perjalanan para eksekutif papan atas.
Merujuk laporan dari Asian Sky Group, terdapat penurunan tajam jumlah jet bisnis di China daratan. Pada tahun 2024, jumlah unit yang terdaftar menyusut menjadi 249 unit, turun dari 270 unit pada tahun sebelumnya.
Baca JugaBerbagi Semangat dan Harapan, Pangdam Udayana Motivasi Siswa Sekolah RakyatSebaliknya, Singapura mencatat kenaikan pendaftaran jet pribadi yang sangat signifikan. Pelaku industri mengungkapkan bahwa banyak pesawat yang kini berbasis di Singapura dan Hong Kong sebenarnya masih dimiliki oleh warga China.
CEO China Trading Desk, Subramania Bhatt, mengonfirmasi tren eksodus aset ini kepada South China Morning Post, Minggu (28/12/2025). Salah satu pemicu utamanya adalah regulasi penerbangan domestik China yang kian ketat dan kaku. Red/HS
Baca JugaAlat Sadap yang Dipakai Listyo Harganya Triliunan