Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Dampak Melemahnya Rupiah ke Harga Pangan Mei 2026

S Samsuddin • 18 May 2026 • 0 komentar
Dampak Melemahnya Rupiah ke Harga Pangan Mei 2026

PutraIndonews.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang melemah hingga menyentuh level Rp17.500-Rp17.600 per dolar AS pada Mei 2026 mulai memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan nasional. Sejumlah komoditas berbasis impor mengalami kenaikan harga, sementara biaya logistik meningkat akibat kenaikan harga energi.

Kurs Rupiah Terkini Mei 2026

Data resmi menunjukkan pelemahan rupiah :
  • JISDOR BI (13 Mei 2026): Rp17.496/US$
  • Pasar Spot (15–17 Mei 2026): Rp17.456 – Rp17.593/US$
  • Mid-Market Wise (17 Mei 2026): Rp17.592/US$
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap inflasi pangan, terutama komoditas yang sangat bergantung pada impor.

Mengapa Rupiah Melemah?

1. Tekanan Global

Konflik geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia hingga US$105/barel meningkatkan permintaan dolar sebagai aset aman.

2. Tekanan Domestik

Pembayaran dividen asing dan kekhawatiran ruang fiskal memperburuk persepsi risiko pasar.

Dampak Melemahnya Rupiah terhadap Harga Pangan

1. Kenaikan Harga Pangan Impor

Indonesia masih bergantung pada impor gandum dan kedelai. Dampaknya:
  • Harga tahu & tempe naik akibat kenaikan harga kedelai.
  • Harga mi instan & roti naik karena gandum 100% impor.

2. Harga Sayur Lokal Ikut Naik

Meski tidak impor, harga sayur naik karena biaya logistik meningkat. Harga BBM nonsubsidi:
  • Dexlite: Rp26.000/liter
  • Pertamina Dex: Rp27.900/liter

3. Kenaikan Harga Energi

Pelemahan rupiah memicu kenaikan biaya energi, yang kemudian meningkatkan biaya produksi pangan.

Komoditas Pangan yang Paling Terdampak Mei 2026

  • Tahu & Tempe – kenaikan harga kedelai impor.
  • Mi Instan & Roti – kenaikan harga gandum global.
  • Minyak Goreng – biaya distribusi meningkat.
  • Beras – pupuk impor naik, logistik naik.

Dampak pada Rantai Pasok & Distribusi

1. Biaya Logistik Naik

Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat biaya distribusi pangan meningkat.

2. Biaya Produksi Industri Pangan

Pabrik makanan yang menggunakan bahan impor menyesuaikan harga jual.

Proyeksi Harga Pangan Jika Rupiah Terus Melemah

Jika rupiah terus melemah, pakar memperkirakan:
  • Kenaikan harga pangan impor: 7–12%
  • Kenaikan harga pangan lokal: 3–5%
  • Risiko penyesuaian harga BBM subsidi meningkat.

Pelemahan rupiah pada Mei 2026 ke level Rp17.500–Rp17.600/US$ memberikan dampak nyata terhadap harga pangan Indonesia. Komoditas berbasis impor seperti gandum dan kedelai menjadi pemicu utama kenaikan harga pangan, sementara kenaikan harga BBM nonsubsidi memperburuk biaya logistik dan distribusi. Jika tren pelemahan berlanjut, tekanan inflasi pangan diperkirakan semakin besar dan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Red/HS

Sumber:
Tags: #ekonomi nasional #rupiah melemah #harga pangan #kurs dolar #inflasi indonesia

Bagikan berita:

Berita Terkait