Putraindonews.com, Jakarta – Polemik seputar siapa yang lebih dulu menyerang di balik perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran terus memanas di internal petinggi Paman Sam.
Terbaru, pejabat pemerintahan Donald Trump mengakui dalam briefing tertutup dengan staf Kongres pada hari Minggu (1/3), bahwa berdasarkan laporan data intelijen menunjukkan tidak adanya bukti bahwa Iran terlebih dahulu merencanakan serangkan terhadap pasukan AS.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Dilansir dari Bloomberg, bahwa dalam pengarahan itu, pejabat Pentagon menegaskan bahwa rudal balistik dan pasukan proksi Iran di kawasan merupakan "ancaman mendesak" bagi kepentingan AS.
Meski begitu, dua sumber yang meminta namanya dirahasiakan menyebut tetap tidak ada intelijen spesifik mengenai rencana Tehran untuk menyerang pasukan AS lebih dulu, sebagaimana yang telah diberitakan Reuters.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaPernyataan ini muncul setelah AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran dalam beberapa dekade terakhir pada Sabtu lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menenggelamkan kapal-kapal perang Iran, dan menghantam lebih dari 1.000 target hingga saat ini. Red/HS